"Mereka (nelayan) protes karena ada kapal yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat trawl," kata Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja kepada detikcom, Sabtu (10/9/2016).
Foto: Istimewa |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah para nelayan menangkap kapal tersebut, kemudian nahkoda dan ABK-nya dipindahkan. Kapal pukat trawl dan pukat tarik itu dibakar," sambungnya.
Foto: Istimewa |
Petugas gabungan yang mengetahui hal tersebut kemudian menuju ke lokasi. Petugas kemudian berdialog kepada para nelayan.
"Kita imbau mereka (nelayan) jangan melakukan tindakan anarkis. Biarkan aparat yang melakukan tindakan tegas kepada kapal yang menggunakan pukat trawl," ujar Tatan.
Foto: Istimewa |
Dia mengungkapkan, petugas gabungan akan terus melakukan patroli laut untuk memburu kapal pukat trawl. Patroli tersebut, kata dia akan dilakukan secara rutin.
"Kita sudah melakukan patroli gabungan. Ini akan dilakukan secara rutin. Untuk saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Massa sudah bubar. Kita akan terus berjaga. Untuk kejadian tadi tidak ada yang diamankan. Besok, nelayan dan petugas akan melakukan pertemuan," tutup Tatan. (imk/imk)











































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa