Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai melalui seni musik, pesan-pesan anti korupsi yang ingin disampaikan akan lebih mudah diterima masyarakat. Keberadaan musik tak pernah lepas dari kehidupan masyarakat.
"Musik itu sangat memasyarakat, jadi kami pikir pesan yang akan disampaikan akan lebih ngena (tepat)," kata Saut di sela-sela acara 'Ngamen Antikorupsi' di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Jumat (9/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan utamanya membangun integritas dari hal yang paling kecil sampai skala besar. Misalnya hal kecil itu tertib dalam mengantre. Jadi saya rasa stasiun merupakan lokasi yang paling tepat," jelas Saut.
![]() |
Ia mengatakan selama ini cara-cara yang dilakukan pihaknya dalam mengkampanyekan gerakan anti korupsi memang belum memberikan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku.
Meski demikian, Saut mengklaim untuk perbaikan sistem perlahan sudah mulai terlihat. Namun, Saut dalam hal ini tidak merinci sistem seperti apa yang sudah mulai membaik.
"Kalau pribadi enggak ada pergerakan signifikan. Yang pasti kita berusaha memperbaiki sistem, nah ini yang perlahan sudah mulai terlihat," ujarnya.
Saut menuturkan program serupa nantinya bakal juga dilaksanakan dibeberapa stasiun kota-kota besar lainnya. Dengan harapan impact yang dihasilkan bisa positif merubah perilaku pribadi masyarakat maupun sistem.
Dirut PT KAI Eddy Sukmoro yang ikut mendampingi mendukung program Ngamen Antikorupsi yang tengah digalakan oleh KPK. Untuk itu, pihaknya sangat terbuka jika kegiatan serupa berlangsung di stasiun-stasiun lainnya di Indonesia.
"Kami mempersilahkan kepada KPK kalau mau kampanye di stasiun-stasiun, karena puluhan ribu orang setiap hari berlalu lalang di sini. Jadi saya rasa sangat cocok kampanye di stasiun," kata Saut. (dra/dra)











































