Rapat digelar di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Jumat (9/9/2016) sekitar pukul 07.30 WIB.
Rapat dihadiri oleh eselon 1 KLHK yakni Sekjen, Dirjen Gakum, Dirjen PPKL, Dirjen PPHL. Pihak Badan Restorasi Gambut (BRG) , Presiden Direktur PT RAPP Tony Wenas, Sutainability Coordinator PT RAPP Ikhsan, Coorporation Affairs Director PT RAPP Agung Laksamana, GM CD Stakeholder Relations PT RAPP Wan Jack juga hadir dalam rapat dan berlangsung secara tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ke Pulau Padang ini untuk merespons laporan masyarakat bahwa RAPP telah melakukan operasi di lahan gambut dengan membuat sejumlah kanal. Terkait laporan itu, kami telah meminta klarifikasi dokumen dari RAPP. Sekarang kami melakukan sidak guna melihat langsung kondisinya," ujar Nazir.
Dalam rapat yang berlangsung hari ini, juga akan dibahas terkait penghadangan tim BRG saat melakukan sidak yang dijanjikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya beberapa waktu lalu.
"Hari Jumat akan kita rapatkan di ruang Sekjen sini. Harus diklarifikasi ada persoalan apa. Apakah manajemen internal karena kebun sana, nanti didetilkan lagi. Saya lihat YouTube-nya. Nanti akan ketahuan Jumat (9/9). BRG baru minta ke saya untuk bantu itu ke saya. Nanti jumat keliatan lah," ujar Siti Nurbaya.
(nkn/dhn)











































