Saat bertemu Mega itu, Ahok didampingi Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ahok dan Djarot bertemu Mega terkait rencana mereka berpasangan maju Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Waktu saya ke DPP PDIP, Ibu (Megawati) bilang, eh kamu bilang mahar ya?," kata Ahok mengutip pertanyaan Megawati kala itu. Ahok menceritakan kembali dialog itu kepada wartawan di Balai Kota Jakarta pada Rabu (7/9/2016) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, Megawati tahu betul bahwa dia tidak punya uang untuk maju Pilgub DKI. Apalagi PDIP di Pilgub DKI 2012 lalu juga pernah mengusung Ahok saat berpasangan menjadi wakil gubernur dari Joko Widodo (Jokowi).
"Bu Mega, kenal betul sama saya. Dia tahu Ahok nggak ada duit. Saya sih nggak mau jual rumah, jual apa untuk kampanye," kata Ahok.
"Dulu waktu 2012 juga begitu. Saya bilang bu Mega. Orang tanya ke bu Mega, ini kalau nyalonin Ahok-Jokowi uangnya dari mana? Kan waktu itu sebagian orang PDIP pingin nyalonin pak Foke (Fauzi Bowo) sebenarnya. "Bu Mega bilang itu urusan dia (Mega)," tambah Ahok.
Sehingga, kata Ahok, Megawati lah yang saat itu memimpin langsung rapat tim pemenangan. Mega mengumpulkan semua Ketua DPD PDIP se-Indonesia untuk mengusung Jokowi-Ahok kala itu.
Jadi uangnya dari mana untuk, kampanye, honor saksi dan segala macam?
"Aku nggak mau tahu lah itu urusan bu Mega, partai," jawab Ahok.
(erd/van)











































