Budi Gunawan: BIN Mata dan Telinga Presiden, Kerja Tak Berdasarkan Pesanan

Budi Gunawan: BIN Mata dan Telinga Presiden, Kerja Tak Berdasarkan Pesanan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 13:56 WIB
Budi Gunawan: BIN Mata dan Telinga Presiden, Kerja Tak Berdasarkan Pesanan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dinyatakan layak menjadi Kepala BIN, Budi Gunawan menjamin badan intelijen akan dibawanya bekerja independen. Tidak ada pengaruh kepentingan atau pesanan tertentu.

"Sesuai UU, BIN bekerja mengedepankan independensi, fakta, maka aspek objektifitas penting," kata Budi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Budi menjawab pertanyaan wartawan soal jaminan dirinya netral sebagai Kepala BIN. Dia menegaskan tidak bekerja sesuai pesanan.

"Tidak berdasarkan kepentingan atau pesanan pesanan," sambungnya.

Budi menyatakan akan bekerja sesuai aturan yang ada, yaitu UUD 1945, UU 17/2011 tentang Intelijen Negara, dan PP 90/2012 tentang BIN. Dengan demikian, fungsi BIN akan optimal.

"Itu semua jadi dasar kita memantapkan menguatkan fungsi BIN di deteksi dini, maupun peringatan dini sehingga semua potensi ancaman bisa kita eliminir," ujar pria yang masih menjabat sebagai Wakapolri ini.

Budi juga ditanya tentang kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Dia menyatakan bahwa selama ini dekat sesuai kapasitas jabatannya sebagai Wakapolri. Sebagai Kepala BIN, dia akan menjadi mata dan telinga presiden.

"Sebagai mata telinga presiden dan pemerintah. Sesuai dengan UU, BIN punya single client yaitu presiden. Semua informasi yang dikumpulkan diolah cepat, tepat dan akurat disampaikan ke presiden," tegas Budi.

Komisi I DPR menyatakan Budi Gunawan layak dan patut menjadi Kepala BIN. Pertimbangan ini akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada Kamis (8/9) besok.



(imk/tor)


Berita Terkait