Djarot ikut dalam sekolah partai PDIP gelombang kedua yang digelar Selasa (6/9) kemarin. Mantan Bupati Blitar itu menjadi peserta bersama 40 calon kepala daerah lainnya, antara lain Rano Karno yang digadang-gadang di Pilgub Banten 2017.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah memastikan Djarot akan ikut Pilkada 2017. Namun Hasto belum mau bicara soal pasangan duet Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tunggu momentum yang tepat," jawab Hasto saat ditanya soal pasangan duet Djarot.
Djarot kencang diisukan akan berduet dengan Ahok. Pria berkumis itu juga berkali-kali memberi sinyal akan berduet dengan cagub DKI incumbent itu.
Baca juga: Djarot: Ahok Tak Harus Daftar ke PDIP untuk Dapat Dukungan di Pilgub DKI
Baca juga: Djarot: 'Lamaran Roti Buaya' untuk Ahok-Djarot Pasti Didengar DPP PDIP
Namun, isu lain berhembus. Keberadaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pembicara di sekolah partai itu mencuatkan spekulasi lain. PDIP dikabarkan melihat peluang mengusung pasangan sendiri dengan menduetkan Risma dan Djarot di Pilgub DKI. Tren penurunan elektabilitas Ahok disebut-sebut jadi pertimbangan PDIP.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parreira menguatkan isu itu. Pria yang akrab disapa Andre itu mengatakan peluang Risma diusung ke DKI masih terbuka.
"Ya mungkin saja ketika Bu Risma ditugaskan oleh partai. Kan Ibu tadi bilang di sekolah partai, Bu Risma, urusan Pilkada ini urusan ketua umum," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Selasa (6/9/2016).
Meski isu itu kencang berhembus, namun sikap Risma konsisten. Dia masih saja menyatakan harapan agar tak dibawa ke Jakarta.
"Izin, Bu, saya jangan dibawa ke Jakarta ya, Bu," ujar Risma, kemarin.
Djarot sudah dipastikan akan maju di Jakarta, tapi siapa pasangan duetnya?
(tor/fjp)











































