Polisi: AJS Belum Terus Terang Soal Dugaan Perampokan di Pondok Indah

Polisi: AJS Belum Terus Terang Soal Dugaan Perampokan di Pondok Indah

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 06 Sep 2016 16:36 WIB
Polisi: AJS Belum Terus Terang Soal Dugaan Perampokan di Pondok Indah
Kuasa hukum AJS/ Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Motif dugaan perampokan yang berakhir dengan penyanderaan di rumah Asep Sualiman, mantan pegawai Exxonmobil, di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jaksel, masih belum jelas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, tersangka AJS belum berkata jujur soal peristiwa tersebut. Apalagi, ada keterangan berbeda antara AJS dengan temannya S.

"Keterangan dua tersangka kan belum match karena si AJS ini masih banyak tertutupnya dibanding S, sehingga kita perlu klarifikasi kemudian kita perlu cocokkan dengan tersangka lainnya," ujar Kombes Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ini, polisi masih mengejar 3 pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam perampokan tersebut.

"Kita harap dengan tersangka lainnya bisa membongkar misteri yang terjadi khususnya poin waktu H-1 sempat melakukan rapat, merencanakannya di suatu hotel ini poinnya yang harus kita tahu sehingga poinnya bisa terungkap," jelas Awi.

Tim kuasa hukum AJS sendiri telah membantah bahwa kliennya hendak melakukan perampokan di rumah korban. Untuk memperjelas motif dalam peristiwa tersebut, polisi masih akan mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan bukti-bukti yang ada.

"Nanti kita cari kesesuaian antara keterangan pelaku ini dengan bukti-bukti lainny, misalny keterangan para saksi atau alat bukti lainnya yang mendukung," tuturnya.

Tetapi, dari hasil penyidikan sementara dan berdasar fakta-fakta serta bukti yang ada, sementara polisi menyatakan peristiwa yang berakhir dengan drama penyanderaan terhadap mantan Exxonmobil adalah murni perampokan.

"Kalau dilihat dari peralatan yang dibawa oleh pelaku, seperti alat untuk memanjat, pistol, motifnya sementara adalah perampokan," pungkasnya. (mei/rvk)


Berita Terkait