Anggota DPR Dengar Curhat Keluarga Purn TNI yang akan Diusir dari Kompleks Kodam

Anggota DPR Dengar Curhat Keluarga Purn TNI yang akan Diusir dari Kompleks Kodam

Bartanius Dony A - detikNews
Senin, 05 Sep 2016 16:38 WIB
Anggota DPR Dengar Curhat Keluarga Purn TNI yang akan Diusir dari Kompleks Kodam
Anggota DPR Dengar Curhat Keluarga Purn TNI (Foto: Bartanius Dony A/detikcom)
Jakarta - 6 Anggota Komisi I DPR bertemu ratusan warga di Kompleks Kodam Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pertemuan digelar karena DPR ingin mendengarkan curhatan warga yang akan diminta pergi dari rumahnya.

Anggota DPR yang datang yakni Agun Gunandjar, Asril Tanjung, Marinus Gea, Djoko Udjianto, Alimin Abdullah, dan Arfin Hakim. Mereka yang datang merupakan anggota Panja Perumahan dan Pertanahan. Mereka mendengarkan curahan hati warga di sebuah tenda di kawasan Kompleks Kodam Tanah Kusir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Warga yang akan diminta pergi dari rumahnya mayoritas merupakan keluarga pensiunan TNI. Sedangkan di rumah tersebut banyak warga yang keluarganya sudah tidak aktif di TNI. Warga dikirimkan surat dari Kodam Jaya bahwa tanah ini milik Kodam karena itu mereka harus pindah dari rumah tersebut karena ingin ditempati TNI aktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya saya miris melihat TNI aktif menggusur keluarga besar TNI. TNI Adalah harapan kita untuk memberi keamanan," ujar anggota Komisi I DPR Alimin Abdullah.
Ratusan Warga Berkumpul (Dony/detikcom)

Menurut Alimin, TNI aktif harus memberi tempat kepada keluarga pensiunan TNI. Pensiunan TNI juga jangan disia-siakan.

"Negara juga harus membantu TNI dan kami akan membantu Bapak Ibu menyelesaikan masalah ini," kata Alimin.

Alimin bersyukur, warga tidak menuntut masalah ini ke pengadilan. Dia tidak bisa membayangkan sesama TNI saling tuntut.

"Mudah-mudahan masalah di Tanah Kusir ini bisa kita selesaikan dan menjadi contoh untuk permasalahan di daerah lain
Warga mengaku sudah lama tinggal di rumah tersebut (Dony/detikcom)

Anggota DPR Asril Tanjung meminta penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan kepala dingin. Bahkan dia akan membicarakan masalah ini dengan Presiden Jokowi.

"Masa seniornya digusur sama mantan anak buah. Kami akan membicarakan ini dengan Presiden RI," tutur Asril.

Anggota DPR Djoko Ujdianto meminta data-data warga dilengkapi agar warga tidak kesulitan. Agar ada solusi baik bagi kita semua.

Sementara, Bu RW 8 Ati mengaku warga merasa tidak aman setelah mendapat surat pada 9 Agustus 2016 dari Kodam Jaya untuk keluar dari rumahnya. Dia mengatakan telah lama tinggal di rumah tersebut.

"Kami merasa tidak aman setelah mendapat surat dari Kodam. Kami tinggal di sini sudah 50 tahun lebih. Kami bukan penghuni liar," kata Ati.

Pertemuan hingga pukul 16.15 WIB masih berlangsung dan terbuka untuk umum. (nwy/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini