Pantauan di Masidil Haram, Senin (29/8) malam, terjadi kepadatan luar biasa saat jam salat Magrib dan Isya. Jemaah yang biasanya masih bisa salat di arena utama, saat itu sampai meluber ke pelataran, bahkan area proyek perluasan.
Kepadatan jemaah luar biasa saat jam salat Magrib dan Isya di Masjidil Haram. (Dok Media Center Haji) |
Usai salat Isya, jemaah berbondong-bondong keluar melalui sejumlah pintu di arena Marwah dan pintu lainnya. Hampir selama 30 menit, jalur pintu hanya dikuasai oleh jemaah yang hendak keluar. Mereka yang hendak masuk tentu saja tak bisa melawan arus. Bila dipaksakan, tentu akan berbahaya karena berpotensi desak-desakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barusan sama askar tidak boleh masuk dulu karena arus keluar dari masjid belum habis. Supaya aman, kita diminta menunggu sepuluh menit. Sabar ya.. insya Allah biidznillah kita tidak bakal kocar kacir," terang Saleh sembari menata barisan rombongannya yang berjumlah sekitar 50-an.
Masih banyak jemaah Indonesia yang melakukan umrah. (Dok Media Center Haji) |
Petugas Linjam Daker Makkah Abu Dzarrin yang berada di situ juga memberikan pesan agar sembari menunggu suasana lengang jemaah yang tergabung dalam kloter 50 embarkasi Jakarta β Bekasi (JKS 50) ini untuk mengenali lokasi. Menurutnya, karena JKS 50 bertempat tinggal di sektor 6, maka usai menjalanan sai dan tahallul bisa langsung keluar pintu Marwah dan menuju terminal Syib Amir untuk naik bus Rawahel dengan nomor 8.
"Silakan lakukan tawaf dan sai sebaik mungkin. Kalau terpisah dari rombongan tidak usah panik karena ada petugas yang siap mengarahan. Silahkan lakukan Tawaf dan Sai sesuai ketentuannya," pesan Abu Dzarrin.
Malam itu, masih banyak jemaah Indonesia yang melakukan umrah. Beberapa dari mereka datang dari Madinah, sebagian lagi tiba dari bandara Jeddah tergabung dalam gelombang II.
Setelah selesai umrah, ada beberapa jemaah yang terpisah dari rombongan. Tak sedikit juga jemaah yang berkumpul kebingungan karena salah jalan. Sebagian mencari jalan pulang dan terminal asal.
Bila terpisah dari rombongan maka jemaah dapat mencari petugas di Pos Zamzam Tower, Pos Dar et-Tauhid, Pos Mataf, dan Pos Marwah. (Dok Media Center Haji) |
detikcom menemukan seorang nenek yang duduk sendirian di pelataran Masjidil Haram. Dia mengaku terpisah dari rombongan dan tak tahu arah jalan pulang. Sudah hampir lebih dari dua jam dia duduk. Tak bergerak sedikit pun. Namun sambil berzikir, dia terus berharap bantuan datang. Akhirnya, dia bisa kembali ke pemondokan.
Sebagian besar jemaah masih kebingungan mencari bus shalawat usai ibadah. Cara mudah untuk mencarinya bisa dicek di artikel ini:
Sehubungan dengan kondisi Masjidil Haram yang semakin padat, Wakil Kepala Sektor Khusus Harun Al-Rasyid mengimbau jemaah untuk tetap waspada dan berhati-hati. Jika terpisah dari rombongan, maka jemaah hendaknya mencari petugas yang telah disiapkan di beberapa titik, seperti di Pos Zamzam Tower, Pos Dar et-Tauhid, Pos Mataf, dan Pos Marwah.
"Jemaah yang terpisah dari rombongan tidak perlu panik dan khawatir. Jika menemui petugas, segera melapor agar bisa dibantu," ucapnya. (mad/aan)












































Kepadatan jemaah luar biasa saat jam salat Magrib dan Isya di Masjidil Haram. (Dok Media Center Haji)
Masih banyak jemaah Indonesia yang melakukan umrah. (Dok Media Center Haji)
Bila terpisah dari rombongan maka jemaah dapat mencari petugas di Pos Zamzam Tower, Pos Dar et-Tauhid, Pos Mataf, dan Pos Marwah. (Dok Media Center Haji)