Menhan: Abu Sayyaf Terdesak, Pengamanan Dilakukan 3 Negara di Laut

Menhan: Abu Sayyaf Terdesak, Pengamanan Dilakukan 3 Negara di Laut

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 24 Agu 2016 11:52 WIB
Menhan: Abu Sayyaf Terdesak, Pengamanan Dilakukan 3 Negara di Laut
Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Menhan Ryamizard Ryacudu menyebutkan kelompok Abu Sayyaf yang menyandera 8 WNI saat ini sudah dalam kondisi terdesak. Pengamanan dari Indonesia-Malaysia-Filipina di laut sudah dilaksanakan.

"Mereka (Abu Sayyaf) saat ini sudah dalam kondisi terdesak. Pengamanan dari Indonesia-Malaysia-Filipina di laut juga sudah dilaksanakan," ujar Ryamizard usai menerima sertifikasi akreditasi paripurna (untuk tingkat kesempurnaan RS) RS dr Suyoto di Gedung Serbaguna RS dr Suyoto Pusrehab Kemhan, Jl RC Veteran Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2016).

Menurut Ryamizard, 11 ribu pasukan Filipina menyerang kelompok Abu Sayyaf. TNI bertugas berjaga-jaga sebab pemerintah Filipina tidak mengizinkan TNI untuk bergabung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Filipina, lanjut Ryamizard akan terus menyerang. Sampai tenggat waktu yang ditentukan, Abu Sayyaf belum juga dapat dilumpuhkan.

"Akan dihabiskan oleh tentara Filipina. Kami di Indonesia hanya berjaga-jaga," ucap Ryamizard.

Sementara untuk kondisi 8 WNI yang masih disandera, menurut Ryamizard hingga kini baik-baik saja. Sedangkan kondisi 2 WNI yang sudah berhasil kabur hingga kini masih dalam pemulihan trauma.

"Saya masih belum bertemu (2 WNI yang berhasil kabur). Untuk 8 sisanya, kondisinya baik-baik saja karena 2 orang yang kabur saja dalam keadaan baik-baik saja," tutur Ryamizard.

Dua orang WNI yang berhasil kabur dari kelompok Abu Sayyaf, yakni Ismail dan M Sofyan. Keduanya belum bisa pulang karena masih dilakukukan rehabilitasi trauma. Pihak keluarga juga sudah memahami hal itu.

(nwy/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini