Kabid Dikmen Disdikpora Kabupaten Purwakarta, Diaudin menjelaskan, dalam pemeriksaan yang pertama seluruh pelajar telah menjalani pemeriksaan gigi dan mulut. Hasilnya dari total 13.771 pelajar, sebanyak 1.678 pelajar SMA terbukti merokok dan 325 lainnya menghisap shisa.
Sementara dari total 9.035 pelajar SMK terdapat 1.915 anak yang terbukti merokok, dan 227 pelajar lainnya hanya menghisap shisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Incar Perokok, Pelajar SMA di Purwakarta Jalani Pemeriksaan Gigi dan Mulut
Diaudin mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dari Disdikpora dan Dinkes Kabupaten Purwakarta bertujuan untuk kembali mengecek apakah pelajar yang sebelumnya terindikasi masih merokok atau tidak. Selain itu pemeriksaan pun dilakukan terhadap para pelajar yang baru masuk pada tahun ajaran 2016 ini.
Terpisah, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, dari pemeriksaan tahap kedua di SMKN 1 Purwakarta yang dilakukan pada hari pertama terhadap setengah populasi pelajar didapati 400 diantaranya positif merokok.
Para siswa yang dalam pemeriksaan kali ini dinyatakan sebagai perokok diberi surat peringatan yang langsung diserahkan pada orang tua masing-masing. Nantinya dalam pemeriksaan pada Bulan Desember mendatang mereka masih positif merokok maka sanksi akan mulai diterapkan.
"Kalau Desember masih merokok atau shisa, nilai rapot mereka akan dipotong dua untuk setiap pelajaran," tegas Dedi.
Jika sanksi tersebut tetap tidak membuat pelajar jera maka sanksi tidak naik kelas hingga sanksi terberat yakni dikeluarkan dari sekolah akan diterapkan langsung pada mereka.
Dari data yang diperoleh detikcom, pada pemeriksaan November 2015 lalu terhadap 2.758 pelajar SMKN 1 Purwakarta, 809 diantaranya positif merokok. Sementara pelajar yang mengkonsumsi atau menghisap shisa dinyatakan nihil. (rvk/rvk)











































