Untuk mengetahui siswa yang merokok atau tidak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh siswa SMA dan SMK negeri di Kabupaten Purwakarta sejak November 2015 lalu.
Pada hari ini, Senin 22 Agustus 2016, seluruh siswa kembali menjalani pemeriksaan tahap dua. Pemerikasan tahap dua ini kali pertama dilakukan di SMKN 1 Purwakarta yang dilakukan oleh 11 orang dokter gigi. Turut hadir Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dan sejumlah pejabat dari Disdikpora dan Dinkes ke sekolah yang berada di Jalan Industri KM 4, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hayo saha di dieu nu sok ngarokok. Ngaku weh. Dari pada engke kapanggih ku dokter. (Ayo siapa di sini yang suka merokok. Mengaku saja. Dari pada nanti ketahuan sama dokter)," ucapnya.
Setelah melontarkan kalimat tersebut, tidak ada satu pun pelajar yang mengaku. Hingga akhirnya tim dokter pun langsung melakukan pemeriksaan. Dan tepat di bangku paling depan, satu orang pelajar pria dari hasil pemeriksaan terbukti seorang perokok.
"Tah kan kapanggih. Sok ngaku, ngaroko ti iraha jeung ngaroko naon? (Tuh kan ketahuan. Ayo ngaku, merokok dari kapan dan merokok apa?" tanya Dedi.
Para siswa diperiksa gigi dan mulut. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom) |
"Muhun Pak. Teu sering ngarokok mah ngan dua batang sahari. Ngarokokna garam filter. (Iya Pak. Tidak sering merokoknya hanya dua batang sehari. Merokoknya garam filter)," kata pelajar itu.
Dalam pemeriksaan kali ini tim dokter melakukan pemeriksaan gigi dan mulut terhadap para pelajar. Tak terkecuali pelajar perempuan pun menjalani pemeriksaan yang sama.
Ditemui usai pemeriksaan, Dedi mengatakan, pemeriksaan tersebut adalah kali kedua dilakukan. Sebelumnya pada November 2015 lalu pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh siswa, dan kali ini pemeriksaan kembali dilakukan sebagai tindaklanjut.
"Hari ini kita lakukan pemeriksaan ulang. Sebelumnya kita memberikan kesempatan pada siswa yang terbukti merokok untuk berhenti," jelas Dedi.
Nantinya pemeriksaan akan dilakukan terhadap seluruh siswa SMA dan SMK Negeri yang berada di Kabupaten Purwakarta. Jika dalam pemeriksaan terbukti ada siswa yang merokok atau menghisap shisa maka akan dikenakan sanksi teguran hingga dikeluarkan dari sekolah. (aan/aan)












































Para siswa diperiksa gigi dan mulut. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)