SBY Akui Tidak Mampu Berantas Korupsi dalam Waktu Singkat

SBY Akui Tidak Mampu Berantas Korupsi dalam Waktu Singkat

- detikNews
Minggu, 27 Mar 2005 12:08 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengakui bahwa upaya-upaya pemberantasan korupsi yang dijalankan pemerintahannya selama 5 bulan awal ini, belum membuahkan hasil yang memuaskan. Menurutnya, butuh waktu sangat lama untuk menuntaskan pemberantasan korupsi yang sudah mengakar di Indonesia."Tidak mudah menyelesaikan korupsi dalam waktu singkat. Karena perilaku tersebut telah tumbuh subur di masyarakat sejak waktu (lama) lalu," kata SBY saat membuka Muktamar Jam'iyyah Ahlith Thariqah Mu'tabarah an Nadhliyyah ke X, di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (27/3/2005).Namun, tegas SBY, pemerintah tetap akan menjalankan upaya pemberantasan korupsi sebagai komitmen sejak awal. Kebijaksanaan anti korupsi yang sudah ditempuh selama ini akan terus dioptimalkan sampai akhir masa pemerintahannya 5 tahun ke depan, hingga korupsi dapat berkurang signifikan.Menurut SBY, sejumlah hambatan yang ia identifikasi selama ini, adalah terlepas pada niat dari masyarakat luas untuk benar-benar meniadakan praktek korupsi di lingkungannya masing-masing."Yang mendapat amanah, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Yang diberi kepercayaan, malah menyalahgunakan kepercayaan itu. Hambatan-hambatan itulah yang masih sulit diatasi dalam waktu singkat," tutur SBY.Sementara itu, acara Muktamar yang berlangsung di Pendopo alun-alun Kabupaten Pekalongan, tampak sangat meriah. Ribuan warga NU dari berbagai daerah ikut menghadiri Muktamar ini. Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan sejumlah menteri Kabinet SBY.Heli kepresidenan mendarat tepat di tengah alun-alun tak jauh dari pendopo. Saat ini presiden SBY yang mengenakan batik warna coklat dan rombongan sudah meninggalkan lokasi acara menuju Jakarta. (fab/)


Berita Terkait