Pemda DIY Minta Penerbangan Yogyakarta-Singapura Ditambah
Sabtu, 26 Mar 2005 21:15 WIB
Jakarta -
Pemerintah Daerah Provinsi DI Yogyakarta (Pemprov DIY) meminta agar frekuensi penerbangan Yogyakarta - Singapura ditambah. Pemprov mendesak agar jadwal penerbangan sebaiknya tidak hanya tiga kali dalam seminggu tetapi setiap hari sekali.Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Daerah (sekda) Provinsi DIY Bambang SP kepada wartawan seusai pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Singapura Yeo Cheow Tong di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (26/3/2005)."Pasar sekarang sudah menuntut adanya tambahan penerbangan harian ke Singapura maupun Kuala Lumpur," ungkap Bambang.Menurutnya saat ini sudah ada kesepahaman antara Menhub Singapura dengan Pemprov DIY. Kesepakatannya yakni penambahan frekuensi penerbangan dari Yogyakarta ke pintu-pintu luar negeri, baik ke Singapura maupun luar negeri lainnya. "Kami berharap jadwal kedatangannnya nanti pada pagi hari dan keberangkatannya bisa dilakukan pada sore harinya. Jadwal ini untuk rute Yogya ke Singapura atau Kuala Lumpur," ungkapnya.Lebih lanjut Bambang menjelaskan dalam pembicaraan hari ini kedua belah pihak menyepakati perlu adanya pengaturan rute kedatangan dan keberangkatan pesawat. Selama ini pesawat yang datang malam hari dari luar negeri merugikan wisatawan. Kerugian ini disebabkan karena mereka mendapatkan ekstra satu malam tanpa bisa melakukan apa-apa.Pertemuan antara Menhub Singapura dengan Wakil Gubernur Paku Alam IX itu juga menyepakati untuk memperbanyak frekuensi penerbangan dari Yogyakarta ke Singapura atau Kuala Lumpur. Rute tersebut saat ini akan menguntungkan yakni semakin banyak turis yang akan masuk ke Yogya.Bambang menambahkan bahwa Menhub Singapura juga berjanji akan mendorong turis asal Cina yang masuk ke Singapura agar mau meneruskan perjalanan ke Yogyakarta untuk berkunjung ke Borobudur. "Load factor-nya sebenarnya sudah tinggi, jadi kita tak perlu takut lagi. Apalagi dengan demand yang juga cukup tinggi, yang penting kita bisa mengatur time schedule-nya," tegas Bambang dengan percaya diri.Ketika ditanyakan mengenai pernyataan Menhub Hatta Radjasa yang akan membatasi penerbangan asing tujuan Indonesia khususnya konsep LCC (low Cost Carrier) untuk melindungi penerbangan domestik menurut Bambang pihaknya akan meminta agar Yogyakarta tetap bisa dihubungkan dengan luar negeri. Permintaan ini disebabkan karena selama ini tingkat penerbangan Yogya-Singapura dan Kuala Lumpur sudah diatas 70 persen."Kita tak perlu takut lagi. Buktinya Menhub Singapura ke Yogya juga menunggu pesawat Garuda. Penumpang dari luar negeri ke Yogya kemarin juga full book," demikian Sekretaris Daerah Provinsi DIY Bambang SP.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































