"Instruksi ibu menteri, ibu meminta Dubes kita di Manila untuk ke Zambonga untuk membantu proses briefing dan BAP sandera yang kemarin bebas," kata Jubir Kementerian Luar Negeri Arrmanata Nasir saat press briefing di Ruang Palapa, Jalan Pejambon No 6, Kemlu, Kamis (18/8/2016).
Soal adanya ancaman pemenggalan bagi WNI yang disandera, Tata mengatakan bahwa hingga saat ini melalui crisis center yang dipimpin Kemenkopolhukam, Kemlu terus berusaha untuk membebaskan sandera secepat mungkin. TNI, lanjutnya juga terus mencari informasi lewat intelijennya untuk membebaskan sandera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai keselamatan para sandera, Tata hanya menjawab singkat. "Kalau ditanya keselamatan para sandera, dari awal diambil juga keselamatannya sudah terancam," tuturnya.
Saat ini menurut Tata, sandera bernama Muhammad Sofyan sedang menjalani pemeriksaan baik kesehatan maupun lainnya. Diberitakan sebelumnya, WNI bernama Muhammad Sofyan tersebut diculik Abu Sayyaf di perairan Filipina sejak 23 Juni lalu.
Dia diculik beserta 6 orang lainnya dari kapal mereka TB Charles. Warga Pulau Jolo melihat Sofyan berenang menuju pantai setelah dirinya kabur di kegelapan malam. (yds/dra)











































