Emas Biru merupakan istilah yang digunakan untuk program budidaya ikan bagi masyarakat yang ada di bawah wilayah Kodam Pattimura. Dipimpin oleh Mayjen Doni, pembinaan kepada warga terus berkelanjutan setelah berjalan hampir satu tahun.
Untuk di wilayah Waiheru, Kecamatan Baguala, Ambon, setidaknya sudah ada 14 kelompok binaan warga dengan total lebih dari 100 keramba jaring apung. Para petani ikan ini sudah beberapa kali panen dengan hasil yang cukup fantastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri juga ada. Sudah beberapa kali panen. Bantuan bibit dari Kodam hampir 400 kg saya panen, lebih dari Rp 20 juta," ungkap Jefri saat ditemui di lokasi budidaya ikan di Waiheru, Selasa (16/8/2016).
PNS Denma Kodam Pattimura ini menyatakan potensi pembudidayaan ikan di Maluku dan Maluku Utara sangat menjanjikan. Masyarakat bisa meraih untung yang cukup besar. Jefri yang sudah menekuni keramba jaring apung sejak tahun 2009 itu menyebut Kodam tak hanya memberi bantuan bibit ikan bagi masyarakat, namun juga berbagai pelatihan-pelatihan.
"Sejak Program Emas Biru bapak Pangdam, sudah empat kali pelatihan. Terakhir pelatihan untuk Babinsa yang di daerah-daerah terpencil. Saya sebagai salah satu pengisi materi," ujar Jefri.
Baca Juga: Pangdam Pattimura 'Beri' Emas Hijau dan Biru untuk Warga Ambon, Apa Itu?
Menurut Kapendam Pattimura, Kolonel Hasyim Lalhakim, pelatihan bagi babinsa bertujuan agar mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil bisa membantu memberikan pembinaan bagi masyarakat di tempatnya bertugas. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam untuk bisa meningkatkan kesejahteraannya.
"Pelatihan Budidaya untuk skala ekspor, seperti lobster dan Kerapu. Jadi Babinsa bisa membantu pembinaan kepada masyarakat. Potensi laut dapat menghasilkan uang bagi warga. Lalu bagaimana membuat keramba jaring apung," kata Hasyim di lokasi yang sama.
Kapendam Pattimura, Kolonel Hasyim Lalhakim |
Hanya saja, kendala yang masih ada dalam program Emas Hijau ini ada di pembibitan. Minimnya pasokan bibit ikan bagi warga terkadang membuat warga tidak bisa langsung kembali membudidaya ikan setelah panen.
Baca Juga: Menristek Dikti Akan Bantu Program Budidaya Ikan 'Emas Biru' di Maluku
Kodam Pattimura terus berusaha mencari bibit-bibit ikan. Seperti bekerja sama dengan Balai Perikanan Budiaya Laut (BPBL) Ambon. Hanya saja itu belum cukup memenuhi kebutuhan pasokan bibit petani ikan Emas Biru. Sebab Kodam Pattimura tak hanya memberi pembinaan untuk di wilayah Waiheru saja. Emas Biru terus digalakkan di sejumlah lokasi yang ada di Maluku dan Maluku Utara.
"Kodam bermitra dengan balai. Kadang beli dari mereka. Terus kami juga dapat bantuan dari Situbondo dan Bali. Banyak masyarakat minta ke Panglima diberi pendampingan untuk membantu pembuatan Keramba Jaring Apung juga," tutur Hasyim.
Untuk memenuhi bibit ikan ini, Kodam Pattimura lalu mengajukan proposal kepada Kementerian BUMN. Sekretaris Menteri BUMN Iman A Putro yang datang ke lokasi keramba apung warga di Waiheru menyambut baik dan berjanji akan mengkaji kemungkinan pemberian bantuan bibit melalui program CSR.
"Akan kita review proposal dan kebutuhannya seberapa. Tujuannya untuk pemenuhan bibit. Di Ambon rawan konflik sosial, dengan mereka berkegiatan yang menghasilkan uang, harapannya bisa mengeliminasi kemungkinan konflik," jelas Iman.
Iman menyebut pihaknya akan berkoordinasi mengenai hal ini dengan BUMN-BUMN mengingat kebutuhan bibit yang diajukan cukup banyak. Menurutnya bantuan bisa disalurkan melalui program CSR atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang merupakan tanggung jawab BUMN.
"Jadi tidak cuma satu BUMN, bisa konsorsium, 5 atau 10 BUMN yang bisa dilibatkan terkait rencana budaya ikan Kerapu. Nanti kepada masyarakat dikasih bibitnya melalui Kodam untuk dikembangkan. Potensi pasarnya di Maluku sangat besar dan juga bisa diekspor," terang dia.
"Konsorsium diharapkan bisa membantu. Itu kan untuk rencana usaha ini perlu macam-macam yang dilakukan. Bangun keramba, pembibitan. Nanti bisa BUMN A bangun yang ini, yang BUMN B untuk yang lainnya," imbuh Iman.
Pangdam Pattimura melihat budidaya ikan di Ambon |
Bantuan yang dikaji akan dilakukan menurutnya lebih bersifat pada infrastrukturnya. Pada pokok-pokok rintisan awal. Ke depan harapannya adalah agar masyarakat dapat melanjutkan program Emas Hijau secara mandiri. Jika sudah dapat untung dari hasil panen, mereka bisa mandiri dalam pemenuhan bibit.
"Jadi untuk jangka panjang. Pada akhirnya bisa dikembangkan ke pembiayaan-pembiayaan perbankan. Harapannya bisa merangkak ke bankable. Bisa melalui pinjaman KUR dll. Tapi yang paling penting pembinaan terhadap masyarakat itu sendiri," papar Iman.
Kementerian BUMN pun mengapresiasi keberhasilan program-program Pangdam Pattimura. Selain Emas Biru, Mayjen Doni juga menginisiasi program Emas Hijau atau pembibitan dan penanaman pohon sebagai salah satu pembinaan lainnya bagi masyarakat.
Baca Juga: Cara Kodam Pattimura Jaga Daerah Rawan Sambil Kembangkan 'Emas Biru'
"Apa yang dilakukan Pangdam dengan pemberdayaan ekonomi untuk approaching ke masyarakat sangat bagus. Gagasan-gagasan yang beliau canangkan dan lakukan menurut hemat saya perlu didukung," ucap Iman.
"Kalau masyarakat terjamin kesejahteraannya, stabilitas keamanan juga jadi baik. Ini pendekatan yang bagus," tutupnya. (ear/trw)












































Kapendam Pattimura, Kolonel Hasyim Lalhakim
Pangdam Pattimura melihat budidaya ikan di Ambon