PDIP DKI: Sandiaga Masih Menunggu Keputusan Kami

PDIP DKI: Sandiaga Masih Menunggu Keputusan Kami

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Rabu, 17 Agu 2016 05:04 WIB
PDIP DKI: Sandiaga Masih Menunggu Keputusan Kami
Sandiaga Saat Daftar Menjadi Cagub di PDIP/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Partai Gerindra telah mengusulkan duet Sandiaga-Saefullah kepada koalisi kekeluargaan untuk dimajukan dalam pertarungan Pemilihan Gubernur DKI 2017. Namun sebagai bagian dari koalisi, PDIP menyebut, Sandiaga masih "berharap" kepada partai berlambang banteng tersebut.

"Bicara plan A, adalah Sandi sudah disepakati oleh koalisi kekeluargaan, enam partai udah sepakat mengusung Sandi. Tapi Sandi ini kan miliknya Gerindra. Gerindra sadar posisi, makanya dia nomer 2 pun nggak apa-apa, nomer satunya nunggu PDIP. Termasuk dari individunya, Sandi sendiri bolak-balik bertemu dan menyampaikan menunggu PDIP," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemillu DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat berbincang, Selasa (16/8/2016) malam.

Gembong menambahkan, dirinya terakhir berkomunikasi dengan Sandi dua minggu yang lalu. Pada kesempatan itu, Sandi masih menyiratkan keinginannya untuk diduetkan dengan salah satu kader terbaik PDIP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dua minggu yang lalu saya bertemu dan komunikasi, selain dari partai Sandi menyebut siap dan menunggu perintah partai Gerindra tapi secara pribadi inilah Mas Sandi kelihatannya masih mau dipasangkan dengan kami," jelasnya.

Diusulkannya duet Sandiaga-Saefullah untuk menantang calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), PDIP menangkap sinyal enam partai yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan sudah tidak sabar menunggu. Namun Gembong melihat hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Partai-partai lain menurutnya pasti butuh waktu untuk mempersiapkan siapa yang akan diusungnya untuk bisa merebut kursi DKI 1.

"(Usulan duet Sandiaga-Saefullah) itu kan tanda ketidaksabaran untuk menunggu sinyal dari PDIP, ini kan politik seperti itu. Teman-teman merasa PDIP kok enggak segera menentukan. Tapi sekali lagi sudah saya sampaikan kepada mereka, apa yang kami putuskan baik sejalan atau tidak sejalan pasti kami sampaikan. Sekarang masih happy-happy saja kok," jelas Gembong disertai dengan tawa kecil.

"Katakanlah akhirnya PDIP tidak satu perahu, mereka ada waktu persiapan. Makanya selalu kita katakan komunikasi kita tidak terputus. Temen-temen ini enam partai, bahasanya begini 'kita tidak mungkin mencampuri internal PDIP tapi kalau bisa segera, biar ada nafas lah, Mas'," sambung dia.

Sejauh ini isu yang semakin santer terdengar di publik adalah PDIP ingin menduetkan kembali Ahok-Djarot untuk Pilgub DKI 2017. Namun isu tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi, DPP PDIP menepisnya dengan dalih belum menentukan keputusan hingga saat ini. Itu berarti peluang Sandiaga untuk diduetkan dengan salah satu kader terbaik PDIP belum tertutup.

(wsn/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads