Keukeuh Pertahankan Prerogatif, Mega Kerdilkan Demokrasi

Keukeuh Pertahankan Prerogatif, Mega Kerdilkan Demokrasi

- detikNews
Sabtu, 26 Mar 2005 13:10 WIB
Jakarta - Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai mengkerdilkan demokrasi di tubuh partainya jika tetap mempertahankan hak prerogatif dan formatur tunggal dalam kongres PDIP pada 28 Maret hingga 2 April 2005."Kalau Mega tetap dengan hak prerogatif dan formatur tunggal demokrasi akan hancur. Artinya, Mega berperan mengkerdilkan demokrasi partai mungkin secara nasional," kata Direktur Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (26/3/2004)."Kemungkinan gerakan pembaharuan akan mengkrisal dan bisa menjadi perekat dari kekuatan pembaharuan untuk bersatu," lanjutnya.Apakah ada upaya menjegal Mega?"Tidak ada, tinggal kearifan Mbak Mega kecuali dia ngotot hak perogratif dan formatur, tidak mau mengasih uang dan jaminan akan tetap posisinya bila Mega terpilih," ujarnya.Dikatakan dia, pemetaan kongres PDIP belum terlihat jelas. Ada kecenderungan, sebanyak 800 orang mendukung gerakan pembaharuan. Sedangkan, 1.000 dari 1.800 peserta kongres mendukung Megawati."800 orang sudah memberikan dukungan informal ke gerakan pembaharuan. Akhirnya tidak mendukung gerakan itu apabila ada jaminan mereka tetap menempati posisinya apabila Megawati terpilih kembali," ungkap dia.Menurut dia, Megawati tetap unggul dalam kongres mendatang. "Kalau dilihat dari hasil polling, Megawati lebih unggul persoalannya yang paling menarik Mega tidak lagi mendominasi pendapat publik sepenuhnya seperti tahun 1999 yang mendapat dukungan 99 persen. Sekarang, Mega mendapat 30 persen dukungan publik.Artinya kepemimpinan PDIP dipegang siapa pun rakyat bisa terima," papar Sukadi.Namun demikian, lanjutnya, Megawati sebaiknya menyerahkan tongkat kepemimpinan kepadagenerasi muda partai. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads