DetikNews
Kamis 11 Agustus 2016, 16:20 WIB

Bangun 5 Flyover Hadapi Macet Horor Brebes, PUPR Kucurkan Dana Rp 600 M

Eduardo Simorangkir - detikNews
Bangun 5 Flyover Hadapi Macet Horor Brebes, PUPR Kucurkan Dana Rp 600 M Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/ Foto: Imam Wahyudiyanta
Tegal - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) segera membangun jembatan layang atau flyover maupun under pass pada titik persimpangan perlintasan sebidang antara rel lintasan kereta api dengan jalan raya.

Perlintasan sebidang di pintu Kereta Api ini ditenggarai menimbulkan antrean kendaraan ketika volume kendaraan sedang tinggi dan akhirnya menimbulkan kemacetan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor timbulnya 'macet horor' di jalur Brebes Exit saat arus mudik beberapa waktu lalu.

Desain pembangunan flyover ini sendiri telah selesai dikerjakan dan segera memasuki tahap pelelangan tender. Namun juga tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penunjukan langsung oleh Kementerian PUPR mengingat proses pengerjaan harus segera dipercepat.

"Ini sudah semua disurvei dan dibikin desainnya. Baru mau ditender minggu-minggu ini. Ada dua kemungkinan, bisa ditunjuk langsung atau lelang. Karena kita sambil merevisi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Tujuan saya lelang cepat, supaya lebih kompetitif. Jadi bisa juga tunjuk langsung," ujar Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono saat kunjungan kerjanya ke wilayah lintas bidang Klonengan- Krupuk, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2016).

Adapun anggaran yang akan digunakan untuk pengerjaan flyover ini adalah Rp 600 miliar, dengan perkiraan masing-masing flyover anggaran pengerjaannya sekitar Rp 120 miliar. Dengan menggunakan teknologi corrugated mortar busa pusjatan, diyakini akan menghemat anggaran 40 persen lebih hemat ketimbang menggunakan beton, dan dapat menghemat waktu pengerjaan hingga 50 persen jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional.

"Ini kan kalau dengan corrugated mortar busa pusjatan, pengalaman kami, itu bisa sekitar 40 persen dari harga kalau kita pakai beton. Lebih hemat dan lebih cepat," timpal Basuki.

Pengerjaan kelima flyover ini sendiri akan dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan ditargetkan selesai dalam waktu 8 bulan ke depan atau sebelum Lebaran tahun 2017. Adanya volume kendaraan yang juga akan meningkat pada Natal dan Tahun Baru mendatang, menurut Basuki tidak akan terlalu mengganggu lalu lintas kendaraan, mengingat volumenya tidak akan sepadat ketika arus mudik Lebaran.

"Menurut pengalaman, kalau Natal dan Tahun Baru kan tidak terlalu padat. Kalau pun padat masih bisa diatasi dengan rekayasa lalu lintas," pungkasnya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed