DetikNews
Kamis 11 Agustus 2016, 12:08 WIB

Data Pilgub DKI dari Masa ke Masa, Diusung Banyak Parpol Belum Tentu Menang

Erwin Dariyanto - detikNews
Data Pilgub DKI dari Masa ke Masa, Diusung Banyak Parpol Belum Tentu Menang Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Jakarta - Sejatinya Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2017 akan diikuti 7 provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Namun dari 101 daerah yang akan menggelar Pilkada itu, perhatian publik banyak tertuju di DKI Jakarta. Padahal selain Jakarta, ada DI Aceh, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Papua Barat yang juga menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun depan.

Seperti apa data dan fakta Pilkada DKI dari masa ke masa sehingga bisa mengalahkan keriuhan pemilihan gubernur di daerah lain?

Sejak Juni 2005, pemilihan kepala daerah tak lagi lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Seperti Pemilihan Umum, pemilihan kepala daerah sejak itu dilakukan secara langsung. Tercatat ada 226 daerah, yang meliputi 11 provinsi serta 215 kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada langsung.

DKI Jakarta untuk pertama kalinya menggelar Pilkada langsung pada tahun 2007. Pilkada DKI tahun itu mendapat perhatian yang cukup besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertanding kala itu. Adang Daradjatun berpasangan dengan Dani Anwar dan Fauzi Bowo berpasangan dengan Prijanto.

Adang Daradjatun - Dani Anwar dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera yang di Pemilu 2004 memperoleh 23,3 persen suara dan 24,0 persen kursi DPRD DKI.

Adapun Fauzi Bowo (Foke) - Prijanto dicalonkan oleh gabungan 19 partai politik. Ke-19 parpol yang 'mengeroyok' PKS itu adalah:Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Golkar, PAN, PPP, PDS, PBR, PKPB, PBB, Partai Patriot Pancasila, PPNUI, Partai PDK, PKPI, PPDI, Partai Pelopor, PNI Marhaenisme, PBSD, Partai PIB, dan PPD.

Gabungan ke-19 parpol pendukung Fauzi Bowo - Prijanto itu menghasilkan 'kekuatan' 72,4 persen suara dan 70,7 persen kursi DPRD DKI. Di 'atas kertas' duet Fauzi Bowo - Prijanto akan menang telak atas pasangan Adang-Dani Anwar yakni: 72,4 persen berbanding 23,3 persen suara.

Namun faktanya, meski dikeroyok 19 partai, PKS yang mengusung Adang-Dani tidak mengalami kekalahan telak. Fauzi Bowo-Prijanto yang mengusung slogan 'Jakarta untuk Semua' memenangkan Pilkada 2007 dengan 57,9% suara.

Adapun duet Adang-Dani yang mengusung jargon 'Ayo Benahi Jakarta!' dan hanya didukung oleh PKS sendirian mendapatkan 42,1 persen suara.

Pada tahun 2012, DKI Jakarta kembali menggelar Pilkada langsung untuk kedua kalinya. Ada enam pasangan calon yang bertarung. Mereka adalah; Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem Triani Benjamin dan Alex Noerdin-Nono Sampono.

Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli didukung oleh Partai Demokrat, PAN, Hanura, PKB, PBB, PMB dan PKNU. Duet Hendardji-Ahmad Riza Patria maju dari jalur independen.

Pasangan Jokowi-Ahok didukung oleh PDIP dan Gerindra. Sementara Hidayat-Didik didukung oleh PKS dan Faisal Basri-Biem Benjamin maju dari independen. Adapun Alex Noerdin-Nono Sampono antara lain didukung Golkar, PPP, PKPB, Partai Patriot dan PNI Marhaenisme.

Pada putaran pertama pasangan Jokowi-Ahok menang dengan perolehan 1.847.157 suara. Sedangkan posisi kedua, pasangan "incumbent" Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli dengan memperoleh sebanyak 1.476.648 suara.

Posisi ketiga ditempati pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini dengan hasil perolehan 508.113 suara. Pasangan calon independen nomor urut lima, yakni Faisal Basri dan Biem Benyamin di urutan keempat dengan perolehan 215.935 suara.

Di urutan kelima Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 202.643 suara. Dan urutan terakhir Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria dengan jumlah suara 85.990.

Tahun ini Pilkada DKI kembali menarik perhatian, baik dari dalam negeri maupun internasional. Belum ada pasangan resmi yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum. Namun petanya mulai mengerucut, yakni ada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didukung Golkar, NasDem dan Hanura.

Ada juga Koalisi Kekeluargaan yang beranggotakan tujuh partai politik pemilik kursi di DPRD. Total gabungan perolehan suara ketujuh partai politik yang akan melawan Ahok itu mencapai 3.496.807 suara. Sementara gabungan tiga partai politik pendukung Ahok, yakni: Golkar, Hanura dan Partai Nasional Demokrat pada Pemilu 2014 di DKI hanya mendapatkan 939.344 suara.

Baca juga: Adu Kuat Pendukung Ahok Vs 7 Partai Koalisi Kekeluargaan di DKI

Melihat hasil pilkada langsung sebelumnya, pasangan calon yang diusung banyak partai belum tentu menang telak di DKI. Lalu, seperti apa hasil Pilkada DKI 2017 nanti?


(erd/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed