Massa yang berkaos oranye itu tiba di seberang rumah Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.42 WIB, Minggu (7/8/2016). Jumlah mereka sekitar 43 orang yang menumpang satu bus besar. Setelah bus terparkir, mereka turun dan berjalan kaki sambil membawa spanduk mengarah ke depan rumah Mega persis.
Spanduk yang mereka bawa antara lain bertuliskan Aliansi Pemuda Surabaya-Jakarta dan Arek Suroboyo Hibahkan Risma untuk Indonesia. Sepanjang jalan mereka juga meneriakkan yel-yel dan mengacungkan salam tiga jari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa turun dari bus |
Tiba di depan rumah Megawati, mereka tidak bisa bertemu sang tuan rumah yang sedang melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Akhirnya beberapa perwakilan masuk ke dalam rumah untuk menitipkan surat.
Ketua Aliansi Pemuda Surabaya-Jakarta, Imam Budi Utomo, memberikan keterangan kepada wartawan setelah keluar dari rumah Mega.
"Kita ini sekarang bicara tentang Indonesia, Jakarta, Surabaya. Memang betul Tri Rismaharini ini adalah wali kota yang baru terpilih untuk kedua kalinya di Surabaya. Tapi kami merasakan bahwa Jakarta ini butuh seorang Risma," ujar Imam memberitahukan isi surat.
Salam tiga jari |
"Jadi masyarakat di Jakarta juga memang sengaja datang ke Surabaya untuk meminta seorang Risma untuk hadir di Jakarta. Nah, oleh karena itu kami mengirim surat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri agar beliau memberikan mandat kepada Ibu Tri Rismaharini yang ini menjadi wali kota Surabaya untuk menjadi gubernur DKI Jakarta," bebernya.
Tak lama kemudian hujan turun dengan deras. Massa kembali ke bus dan meninggalkan Jl Teuku Umar sekitar pukul 17.12 WIB.
Imam memberi keterangan |












































Massa turun dari bus
Salam tiga jari
Imam memberi keterangan