Ahok Khawatir Ada PNS 'Jahil' Beraksi Bila Dirinya Cuti Kampanye

Ahok Khawatir Ada PNS 'Jahil' Beraksi Bila Dirinya Cuti Kampanye

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Agu 2016 19:31 WIB
Ahok Khawatir Ada PNS Jahil Beraksi Bila Dirinya Cuti Kampanye
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bila uji materi UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) berhasil, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berniat tak mengambil cuti kampanye Pilgub DKI 2017 untuk mengawasi pembahasan Rencana APBD DKI 2017.

Ahok lebih ingin bekerja saja mengawasi pemerintahan karena khawatir ada PNS yang melakukan aksi 'merusak' kinerja Ahok jelang Pilgub.

Tujuan PNS yang bertindak 'subversif' seperti itu, bila ada, tak lain dan tak bukan adalah untuk merusak citra Ahok supaya Ahok tak menang di Pilgub DKI 2017. Cara subversif itu barangkali dilakukan dengan membuat keadaan Ibu Kota dipenuhi genangan atau merusak rancangan anggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah kalau dengan cara subversif seperti itu membuat saya tidak jadi gubernur, orang Jakarta lupa dong (dengan hasil kerja Ahok). Mereka akan bilang, 'Wah, payah Ahok. Tinggal saja sudah.' Rusak loh," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Ahok menilai aksi menjatuhkan kekuasaan, tentu saja dalam artian lebih lunak, seperti itu bisa terjadi. Soalnya Ahok merasa banyak aparatur sipil di Pemprov DKI tak suka dengan perubahan yang dijalankan Ahok di Jakarta.

"(Itu) Misalnya. Sekarang kamu kira semua PNS suka sama saya? Belum tentu dong. (Soalnya sering) Gue pecati orang. Bisa juga kan," kata Ahok memprediksi kemungkinan terburuk.

Ahok mengingat peristiwa jebolnya Tanggul Latuharhari pada Januari 2013. Peristiwa itu ditengarainya terjadi karena salah kelola pengoperasian pintu air terkait, entah ada kesengajaan atau tidak. Dia tak ingin ada oknum yang sengaja membuat Jakarta jadi runyam lagi hanya karena oknum itu tak suka dengan Ahok.

"Kita enggak tahu otaknya apa. Orang kalau otaknya ada yang sakit hati, misalnya lakukan apa saja kan. (Bahkan) Kita tunggui saja, masih bisa 'main' kok," kata Ahok.

Bila, misalnya, ada banjir yang terjadi atas kesengajaan oknum anti-Ahok, maka bisa-bisa Ahok tak terpilih menjadi gubernur lagi. Soalnya memori warga Jakarta soal hasil kerja Ahok bakal tertutupi dengan cela pemerintahan Ahok jelang Pilgub.

"Sekarang kalau dia bikin banjir di mana-mana, orang Jakarta ingat enggak gue (saya) punya kerja satu setengah tahun? Orang lupa awal tahun ini enggak ada banjir. Orang cuma ingat Jakarta bisa kayak Latuharhari jebol lagi. Wah langsung (citra) saya (menjadi) rusak. Berarti saya enggak akan jadi gubernur lagi dong," tutur Ahok.

Seandainya pula bila Ahok mengambil cuti kampanye empat bulan dan melewatkan penggarapan Rencana APBD DKI 2017, maka anggaran akan disepakati tidak seperti keinginan Ahok. Ahok akan masuk kerja lagi selepas cuti kampanye dan meneruskan jabatan sampai habis di Oktober 2017.

"Walaupun saya balik lagi jadi gubernur sampai Oktober 2017. Tapi anggaran yang disusun sudah mungkin bukan versi saya loh. Nah ini versi DPRD. Nah gue masuk, tinggal sisa, gue enggak bisa ngapa-ngapain. Kamu enggak bisa bikin perubahan lagi, pasti keluar sudah. Berarti saya akan berhenti keluar dari sini sudah gagal jadi gubernur, berhenti, tidak ada hasil," tutur Ahok. (dnu/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads