Jelang pendaftaran Pilgub DKI jalur parpol pada 19 September-21 September 2016, 5 parpol sudah memiliki jagoan. Trio Nasdem-Hanura-Golkar -- yang memiliki 24 kursi di DPRD DKI -- mengusung cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sedangkan duo Gerindra-PKS (26 kursi) sudah sepakat mendorong Sandiaga Uno.
5 Parpol lain, yaitu PDIP (28), PPP (10), PKB (6), PAN (2), dan PD (10) belum punya jagoan. PDIP masih menimbang-nimbang 3 skenario yang akan dijalankan, dan kemungkinan, seperti tahun-tahun sebelumnya, mengambil keputusan jelang pendaftaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKB juga belum punya jagoan. Saat ini, PKB sedang menjalin komunikasi dengan beberapa partai. Komunikasi antara DPW PKB DKI dan DPD PDIP DKI menyepakati mereka tak akan mengusung Ahok.
PAN juga belum punya jagoan. PAN masih menjalin komunikasi dengan parpol lain. Namun, meski memiliki kursi paling sedikit di DKI, PAN aktif bergerak melobi dan berpendapat soal Pilgub DKI.
Bagaimana dengan Partai Demokrat? Sejauh ini DPD PD DKI sudah menyetor 8 nama cagub potensial ke Majelis Tinggi PD. 5 Hari berlalu, belum ada keputusan soal nama-nama itu.
"Masih ada waktu," kata Waketum PD Syarief Hasan saat ditanya soal cagub DKI jagoan PD, Kamis (4/8/2016).
Jubir PD Imelda Sari juga mengatakan partainya belum membuat keputusan. Majelis Tinggi masih bersidang mencari cagub terbaik.
"Ditunggu saja ya. Pilgub DKI nanti dikabari. Sejumlah nama sudah muncul," ujar Imelda tanpa mengungkap nama-nama tersebut.
Jubir PD lainnya, Ruhut Sitompul mengakui parpolnya tak punya kader di DKI. Setelah mengusung Fauzi Bowo, yang merupakan kader PD, di Pilgub DKI 2012 lalu, belum muncul lagi kader unggulan di Ibu Kota.
"2017 ini Pak SBY tegas untuk kami nggak punya kader, jadi dia tidak masalah kalau bukan dari kader. Bagi saya siapapun mau kader kami atau bukan, yang kami dukung kami menang," ujar Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).
(tor/erd)











































