PT KAI akan Tuntut Pemilik Truk yang Mogok di Perlintasan Tambun

PT KAI akan Tuntut Pemilik Truk yang Mogok di Perlintasan Tambun

Rivki - detikNews
Kamis, 04 Agu 2016 10:13 WIB
PT KAI akan Tuntut Pemilik Truk yang Mogok di Perlintasan Tambun
Foto: Truk patah AS di Tambun/ Dok PT KAI
Jakarta - PT KAI geram kepada pemilik truk yang mogok di perlintasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, karena menghambat perjalanan kereta semalam. PT KAI pun akan menuntut pemilik truk untuk diminta ganti rugi.

Truk dengan nopol B 9560 NO mogok di jalur KA antara Tambun-Bekasi tepatnya di perlintasan Nomor 78 KM 26+6/7 yang berlokasi di emplasemen Stasiun Bekasi, Rabu (3/8) pukul 20.45 WIB. Truk tersebut dikemudikan oleh Sarneken yang bekerja untuk PT Swarna Bhakti Karya.

Truk patah AS di Citeras/ Dok PT KAI


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT KAI juga akan menuntut pemilik truk yang mogok di perlintasan Citeras-Rangkasbitung, Banten, pada Rabu (3/8) pukul 14.20 WIB.

"PT KAI sedang menghitung kerugian atas dua kejadian ini dan akan segera melakukan tuntutan, karena berdampak terjadinya kelambatan dan membahayakan perjalanan KA," ujar Humas PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta, Bambang S Prayitno, kepada detikcom, Kamis (4/8/2016).

Baca juga: Ada Truk Mogok di Perlintasan di Tambun, Kereta Jarak Jauh Alami Gangguan

Menurut Bambang, perlintasan Citeras-Rangkasbitung kerap dilalui truk-truk yang kelebihan muatan dan menyebabkan mogok di perlintasan.

"Terjadinya kendaraan truk yang mengalami as patah paling sering terjadi di perlintasan wilayah barat yang sering dilalui truk pengangkut pasir dan truk besar angkutan barang, di antaranya perlintasan stasiun Citeras dan Tigaraksa dikarenakan kendaraan kelebihan muatan, hal ini bedampak juga kerusakan jalan di sekitar perlintasan tersebut," ucapnya.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemilik perusahaan dan instansi terkait agar mengevaluasi beban muatan truk supaya tidak mogok di perlintasan.

"Karena dampak dari kejadian ini puluhan KA terganggu dan mengalami kelambatan dari dan ke Jakarta," ujarnya.

(rvk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads