"Saya kaget waktu diberi tahu ada berita tentang hasil riset itu. Kalau hasilnya positif, ya Alhamdulillah. Kami anggap saja ini sebagai pengakuan atas kerja-kerja bersama di Batang dan doa untuk Batang yang lebih baik ke depan," ucap Yoyok dalam pesan singkat, Senin (2/8/2016) malam.
Yoyok menuturkan fokus sekarang adalah menuntaskan tugas di Batang sebagai bupati sampai Februari 2017. Setelah itu, mau kemana saja Yoyok siap. "Soal DKI saya mengalir saja, yang jelas saya harus fokus menyelesaikan tugas saya di Batang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melanjutkan apa yang sudah kami kerjakan lebih penting. Program transparansi yang sudah dimulai misalnya tidak boleh hilang begitu saja di kepemimpinan yang baru," paparnya.
"Kami terus berinovasi. Besok pagi (pagi ini -red), akan ada penandatanganan pakta integritas dari kontraktor. Saya akan temukan dengan rakyat, biar rakyat tahu apa yang sudah kami lakukan dengan uangnya. Rakyat juga ikut pantau kontraktor itu langsung. Menguatkan rakyat adalah hal yang terpenting sehingga pada kepemimpinan yang baru nanti mereka siap untuk mengontrol. Batang harus lebih baik kedepannya. Itu fokus dan pikiran saya sekarang," beber mantan Dansatgas BIN wilayah Jayawijaya itu.
Yoyok turut disurvei oleh Laboratorium Psikologi UI bersama kandidat gubernur DKI lain, yaitu Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini (Risma), Ridwan Kamil, Djarot Syaiful Hidayat, Sandiaga Uno, Soeyoto, Sjafrie Sjamsoeddin dan Yusril Ihza Mahendra.
Hasil survei itu dipaparkan Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI Prof Dr Hamdi Muluk kepada pers di Madame Ching Restaurant, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016) kemarin.
Ada 215 responden yang diwawancara. Responden tersebut diambil secara acak dari 250 pakar yang ada di database Laboratorium Psikologi Politik UI. Dari 215 responden yang diwawancara itu, 37% bergelar doktor dan 29% bergelar profesor.
Yoyok setidaknya unggul dalam skor keterampilan politik (6,2) persen atau urutan keempat, di atas Djarot Saeful Hidayat (6,2). Urutan satu Ahok (9,0), Risma (8,4), dan Ridwan Kamil (7,6). Begitu juga dalam skor visioner Yoyok di urutan keempat di atas Yusril Ihzan Mahendra.
Sementara soal elektabilitas, Yoyok memang masih berada di bawah. Top of mind Ahok tetap berada di posisi teratas yakni 47,29 persen. Ahok ditempel Tri Rismaharini dengan elektabilitas 11,33 persen dan Ridwan Kamil 6,90 persen. Elektabilitas Yusril Ihza Mahendra di angka 1,97 persen. Adapun kandidat lainnya di bawah 1 persen.
(miq/rii)










































