Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, data sementara yang diterimana, ada 133 rumah yang rusak. Sekitar 30 di antaranya rusak berat, sisanya rusak ringan.
"Tersebar di kawasan Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu," kata Rum saat dikonfirmasi detikcom, Senin (1/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menambahkan kawasan Dompu berjarak 60 kilometer dari pusat gempa tadi pagi berada di darat dan di koordinat 8,23 LS dan 117,85 BT, pada jarak sekitar 63 km arah barat laut Dompu, NTB, dengan kedalaman 22 kilometer. Lokasi itu tak jauh dari Gunung api Tambora. Gempa terjadi sekitar pukul 06.40 WIB.
Menurut dia, jika melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya maka gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif, dan bukan akibat aktivitas subduksi lempeng.
"Sesar aktif yang dimaksud adalah sesar naik Flores yang populer disebut sebagai Flores Back Arc Thrust, jalur sesar ini membujur di dasar laut Bali-Flores, berarah barat-timur paralel dengan busur kepulauan. Sesar ini dikenal sangat aktif karena merupakan hujaman balik dari bekerjanya sistem subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah," paparnya. (mad/mad)











































