Nama Ahok Masuk Radar Politik PDIP, Namun Belum Diusulkan ke Mega

Nama Ahok Masuk Radar Politik PDIP, Namun Belum Diusulkan ke Mega

Ferdinan - detikNews
Minggu, 31 Jul 2016 10:19 WIB
Nama Ahok Masuk Radar Politik PDIP, Namun Belum Diusulkan ke Mega
Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/Ari Saputra
Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak termasuk 6 nama yang diusulkan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dari hasil seleksi partai. Namun Ahok memang masuk radar pemetaan politik PDIP.

"Saat ini kami baru melaporkan kepada Ibu Ketum Megawati terkait dengan hasil penjaringan dari 27 nama dan telah kami saring menjadi enam orang," ujar Hasto saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/7/2016) malam.

Keenam nama yang diusulkan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan dengan melihat rekam jejak, penilaian kemampuan dan hasil survei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun selain mengusulkan nama-nama tersebut, PDIP melakukan pemetaan politik mengenai nama-nama yang berpotensi dicalonkan. Pemetaan ini menurut Hasto dilakukan dengan mencermati aspirasi masyarakat mengenai nama-nama tokoh yang diinginkan maju di Pilgub tahun 2017.

"Berkaitan dengan hasil pemetaan politik, kami belum laporkan kepada beliau karena dinamika politik DKI ini begitu tinggi, sehingga akan muncul juga tokoh tokoh baru, dan ini kan akan mempengaruhi konstelasi politik yang ada di Jakarta," imbuh Hasto.

"Partai juga melakukan sebuah pemetaan politik, nama-nama yang dimunculkan masyarakat, kelompok masyarakat, baik Pak Djarot Saiful Hidayat yang merupakan kader PDIP dan dinilai berhasil dalam memimpin daerah, kemudian Ibu Risma (Wali Kota Surabaya), ada Pak Hasto Wardoyo (Bupati Kulonprogo," terang Hasto.

(Baca juga: Ahok Sebut Namanya Ikut Diusulkan DPP PDIP ke Megawati)

Di pemetaan politik ini, nama Ahok yang juga maju diusung PDIP dalam Pilgub DKI tahun 2012 ikut muncul. Mengenai siapa bakal calon gubernur yang akan ditetapkan, PDIP masih menunggu dinamika politik yang terjadi.

"Saat ini belum ada kata final, mengingat dinamika poltiik di Jakarta yang dalam waktu bulan bulan ke depan ini akan terus meningkat dan tidak dipungkiri bisa muncul juga sebuah kombinasi-kombinasi baru sesuai dengan dinamika politik yang ada.

PDIP Tak Paksa Ahok Jadi Kader

Terkait soal proses penetapan bakal cagub PDIP, sambung Hasto, tidak pernah memaksa Ahok untuk masuk ke partai demi maju Pilgub DKI. Ahok dan Megawati memang bertemu dengan Megawati pada Kamis (28/7) sebelum berangkat bersama menghadiri Rapimnas Golkar.

(Baca juga: Ahok Tak Mau Jadi Kader Parpol, Masalah Buat PDIP?)

"PDIP sesuai namanya yang mengandung demokrasi Indonesia, dalam rekrutmen anggota, kami mendasarkan kepada inisiatif dari setiap calon anggota untuk bergabung kepada PDIP. Bukan atas dasar ketentuan-ketentuan hanya gara-gara mau Pilkada, bukan seperti itu. Tapi berdasarkan buah kesadaran, jika mereka yang akan menjadi anggota partai adalah orang yang memang punya kesadaran menyatukan kepentingan partai, ideologi partai dan komitmen partai terhadap wong cilik," tegas Hasto.

Diakui Hasto, pertemuan Ahok dan Mega memang juga membahas Pilgub DKI. Tapi Mega menurutnya belum memberikan sinyal apapun terkait keputusan Ahok yang maju melalui jalur parpol.

"Ya pembahasan tentang DKI, tapi juga tidak semata-mata itu, silaturahim dan tidak sekadar membahas Pilkada, ada aspek-aspek lain yang juga dibicarakan," sebutnya.

Sedangkan mengenai Pilkada DKI, Hasto menyebut ada konfigurasi politik yang tidak bisa terlepas dari yang dilakukan PDIP di daerah lain. PDIP hanya ingin memastikan calon yang diusung memiliki kemampuan mengelola tanggung jawab besar memajukan Jakarta.

"Kami ingin membangun sebuah pemerintahan di Jakarta di mana para pemimpinnya itu tidak hanya mendapat dukungan legitimasi rakyat, tapi juga mendapatkan dukungan kuat di parlemen dan punya sebuah visi dalam menjabarkan garis kebijakan politik untuk mewujudkan Indonesia berdaulat berdikari dan berkepribadian," sambung Hasto. (fdn/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads