DetikNews
Jumat 29 Juli 2016, 17:37 WIB

PKB Bantah Marwan Jafar Direshuffle karena Kasus Pendamping Dana Desa

Elza Astari Retaduari - detikNews
PKB Bantah Marwan Jafar Direshuffle karena Kasus Pendamping Dana Desa Sertijab Mendes (Foto: Laskar Gerhana Agung Setiawan)
Jakarta - Marwan Jafar dicopot dari jabatan Menteri Desa PDT dan digantikan oleh sesama kader PKB, Eko Putro Sanjoyo. PKB pun membantah bahwa Marwan terkena reshuffle Presiden Joko Widodo karena masalah pendamping dana desa yang sempat ramai sebelumnya.

Beberapa bulan lalu, sejumlah pendamping penyaluran dana desa melayangkan protes. Marwan disebut-sebut melakukan politisasi dalam proses rekrutmennya.

Tudingan yang ada adalah bagaimana Kemendes banyak menarik kader PKB untuk menjadi pendamping dana desa. Baik Marwan dan PKB sudah membantah tudingan-tudingan tersebut.

"Kinerja Marwan sangat baik kok. Banyak masyarakat desa yang merasa kehilangan, terutama masyarakat sudah mengenal langsung selama beliau tanpa henti keliling ke desa-desa memastikan program kerja berjalan baik," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Jumat (29/7/2016).

Soal alasan Marwan direshuffle, ia menyebut itu hanyalah sebuah keputusan politik semata. Daniel punya prediksi sendiri mengapa kolega partainya itu dicopot dari jabatan menteri di Kabinet Kerja.

"Mungkin Marwan akan diberi kepercayaan yang penting lainnya. Tapi itu hanya analisa saya saja," ujarnya.

Daniel pun memastikan bahwa tak ada masalah antara Jokowi dan Marwan hingga ada keputusan rotasi di jabatan Menteri PDT. Marwan kini digantikan oleh Bendahara Umum PKB Eko Putro Sanjoyo.

"Hubungan presiden dengan Marwan sangat baik. Kenal dekat, karena Marwan kan tim utama pilpres 2014 yang intens menemai dan mengawal kemenangan Pak Jokowi. Marwan senantiasa menemani Jokowi ke basis-basis PKB dan NU," jelas Daniel.

Masalah pendamping dana desa disebutnya merupakan upaya politisasi. Namun Daniel enggan menyebut politisasi yang dimaksud dan ia terus menegaskan bahwa Marwan sudah bekerja semaksimal mungkin selama menjadi pembantu presiden.

"Isu pendampingan dana desa sebenarnya sangat politis. Dana desa dijalankan dengan profesional ful sesuai juklak dan juknis peraturan yang ada," kata Wakil Ketua Komisi IV itu.

Daniel pun sekali lagi membantah bahwa Marwan dicopot karena terkait masalah itu. "Sepenuhnya membantah. Dan itu sepenuhnya adalah pertimbangan dan kearifan politik presiden," tegasnya.

Mengenai pengganti Marwan, Daniel mengatakan Presiden Jokowi sudah sangat tepat memilih Eko. Menteri Desa dan PDT baru itu disebut sebagai seorang profesional yang memiliki hati untuk masyarakat desa.

"Semangat militansinya juga sama dengan Marwan. Kita harus memberi kesempatan bagi para menteri baru. Yang penting presiden harus mendorong mereka dengan tegas agar tujuan nawacita bisa terwujud karena waktu efektif tinggal dua tahun lagi," papar Daniel.

PKB pun yakin kadernya yang baru masuk di jajaran Kabinet Kerja akan mampu memberi pengabdian yang terbaik. Eko menurut Daniel mampu mencapai target yang diinginkan Jokowi untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi kesenjangan antara yang miskin dan kaya, mengurangi pengangguran serta menyerap tenaga kerja.

"Kita lihat apa terobosan mereka untuk mewujudkan hal itu. Apakah nantinya akan semakin tercapai atau justru semakin jauh," pungkasnya.



(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed