Geger Makam-makam Fiktif di Jakarta, Ini Modusnya

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 25 Jul 2016 10:28 WIB
4.

3. Booking dan Jual Beli Makam

Geger Makam-makam Fiktif di Jakarta, Ini Modusnya
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom

Kasus makam fiktif terjadi karena adanya orang yang memesan lahan makam sebelum yang memesan meninggal. Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan sekarang orang tak boleh lagi memesan lahan makam sebelum meninggal.

"Jadi sekarang tidak boleh lagi orang sebelum meninggal sudah pesan makam. Kalau dia meninggal, hari itu juga baru bisa dipesan langsung," kata Djarot saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/7/2016).

Djarot menilai, memesan lahan sebelum meninggal adalah sebuah pelanggaran. Pemesanan lahan itu bisa memicu adanya permainan tarif lahan makam. "Karena ini sebenarnya pelanggaran. Karena ini mudah sekali untuk diperdagangkan. Bisa saja seseorang itu memesan beberapa lokasi makam, terutama lokasi yang strategis. Kemudian dia bisa dijual lagi kalau mereka sudah meninggal. Modus-modus seperti ini yang harus diinvestigasi," katanya.

Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya akan menginvestigasi siapa saja oknum yang terlibat dalam masalah ini. "Salah satu tupoksi dari Wakil Gubernur DKI itu kan dalam hal pengawasan. Maka, jika memang ada seperti itu, akan kita identifikasikan siapa yang terlibat," ujar Djarot.

"Jika memang itu adalah pegawai kami, kita bisa tuntut. Bisa kita beri sanksi dan bisa kita laporkan ke polisi, karena ini pemalsuan. Jika terbukti pemalsuan maka bisa dituntut di pengadilan. Jika terbukti pidana maka bisa kita berhentikan. Enggak apa-apa sekarang kita bersih-bersih sekalian. Tapi ini perlu ada investigasi secara intensif. Kami akan tugaskan inspektorat. Kemudian kita juga bisa menggandeng institusi terkait sehingga ke depan tidak boleh lagi ada makam fiktif," papar dia.

(aan/mad)