Dunia Malam dan Penggusuran Kalijodo Diangkat ke Layar Kaca

Dunia Malam dan Penggusuran Kalijodo Diangkat ke Layar Kaca

Kartika Sari Tarigan, - detikNews
Kamis, 21 Jul 2016 13:02 WIB
Kombes Awi Setiono/Foto: Kartika Sari Tarigan
Jakarta - Penggusuran kawasan Kalijodo yang lama dikenal sebagai kawasan dunia malam menyita perhatian publik. Aksi bersih-bersih kawasan Kalijodo ini pun diangkat ke layar kaca.

Film jenis dokumenter itu diproduksi A+E Networks melalui salurannya Crime+Investigation di Singapura. Serial ini terangkai dalam judul 'Crime+Investigation: INDONESIA' bersama tiga cerita heroik lainnya dari kepolisian Indonesia. Khusus untuk penggusuran Kalijodo masuk dalam bagian film yang berjudul 'Cleansing Kalijodo'.

"Dalam membuat sebuah karya dokumenter dibutuhkan data dan informasi faktual. Dalam produksi ini kami mendapatkan dokumen informasi dari Polri dan Polda," kata Eksekutif Produser Crime Investigation Kevin H dalam konferensi pers peluncuran Crime+Investigaton: Indonesia di Hotel InterContinental, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan bekerja bersama dengan Polri dan Polda adalah satu hal yang fantastis," imbuhnya dalam bahasa Inggris.

Kombes Krishna Murti
Hadir dalam konferensi pers ini Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dan Wakil Ditreskrimum AKBP Herry Heryawan. Para Aktor pemeran juga hadir di antaranya Samuel Rizal dan Fauzi Baadila.

Perwira-perwira Polda Metro Jaya jadi narasumber dalam film ini. Aksi-aksi yang dilakukan mereka pada saat penggusuran diperankan oleh artis-artis pemeran.

Kombes Awi kemudian menyampaikan apresiasi dari Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto terhadap serial itu. "Saat ini sudah memasuki era keterbukaan informasi publik, sehingga makin maju makin tinggi rasa keingintahuan masyarakat, salah satunya pekerjaan kepolisian kita," kata Awi membacakan amanat Kapolda.

Pemberantasan kejahatan, sambung Awi, menjadi magnet sendiri yang ingin diketahui oleh masyarakat. "Saya apresiasi dan bangga dengan diangkatnya salah satu prestasi dalam film. Semoga semakin meningkatkan kinerja Polri pada umumnya dan Polda pada khususnya. Pelajaran bagi masyarakat agat tidak melakukan kejahatan, karena melakukan kejahatan akan mendapatkan sanksi hukum. Dan bagi anggota kepolisian bisa dijadikan pembelajaran juga," jelas Awi.

Kombes Krishna juga menjadi pembicara pada peluncuran tersebut. Dalam Cleansing Kalijodo, Krishna juga ikut tampil sebagai narasumber film yang akan tayang perdana pada 30 Juli 2016 tersebut.

"Saya juga tidak menyangka kenapa diberi judul Cleansing Kalijodo. Ini kalau di buku saya kan judulnya Geger Kalijodo. Itu berarti Crush Kalijodo," jelas Krishna dalam bahasa Inggris.

"I wrote the book base of my thesis. I dont know why, they took 6 month only to study that book," katanya.

Selain kisah Kalijodo, ada tiga kisah lain yang diceritakan dalam serial itu. 2 di antaranya juga adalah pemberantasan kejahatan di Indonesia.

Cleansing Kalijodo menceritakan awal terjadinya permasalahan di kawasan tersebut. Krishna Murti yang saat itu masih menjadi Kapolsek penjaringan, diperankan oleh aktor Ario Bayu.

Episode lainnya adalah Drug Runner Lover yang menceritakan pembongkaran kasus mafia penyeludupan narkoba yang telah berlangsung bertahun-tahun. Juga film dokumenter berjudul The Mafia Manager mengisahkan upaya kepolisian untuk menangkap gembong mafia di Taiwan yang akan terbang ke Jakarta. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads