Belanda Hibahkan US$ 22 Juta untuk Program Air Bersih RI
Kamis, 24 Mar 2005 00:53 WIB
Jakarta - Pemerintah Belanda menyediakan hibah sebesar US$ 22 juta (Rp 185 Miliar) untuk mendukung upaya Indonesia menangani masalah air bersih dan sanitasi. Hibah ini juga untuk membantu upaya pencapaian Sasaran Pembangunan Milenium.Demikian isi siaran pers dari World Bank, yang diterima detikcom, Rabu (23/3/2005) malam. Hibah ini bertujuan untuk meningkatkan layanan air dan sanitasi, khususnya bagi penduduk miskin.Bidang air bersih dan sanitasi di Indonesia memang telah lama berada dalam keadaan kritis. Kurangnya tingkat pelayanan dalam beberapa tahun terakhir telah berdampak cukup besar terhadap kualitas hidup penduduk.Hibah ini dibentuk guna mendukung upaya pemerintah dan pihak lainnya untuk menangani kekurangan struktural dalam sektor tersebut. Dana Perwalian untuk Air Bersih dan Sanitasi dari Belanda ini dapat menjadi pendorong bagi upaya baru dalam pembangunan sektor air dan sanitasi."Hibah ini akan mendukung Pemerintah Indonesia untuk menyediakan air bersih dan fasilitas sanitasi bagi lebih banyak penduduk," kata Dubes Belanda untuk Indonesia, Ruud Treffers.Selain itu, hibah juga akan mendukung upaya PDAM agar mampu menjadi lebih efisien dan lebih tanggap terhadap kebutuhan para penggunanya. Dan diharapkan hibah juga digunakan untuk mendukung rekonstruksi pelayanan air bersih dan sanitasi di Aceh dan Nias."Hibah dari Belanda ini akan meningkatkan akses berkelanjutan terhadap pelayanan air bersih dan fasilitas sanitasi bagi semua rakyat Indonesia, khususnya kalangan miskin," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Andrew Steer.
(fab/)











































