Amien Lirik Ketua Muhammadiyah?
Rabu, 23 Mar 2005 12:35 WIB
Jakarta - Di gelanggang politik, Amien Rais berencana pensiun. Dia tidak bersedia pimpin Partai Amanat Nasional (PAN) lagi. Ke mana Amien? Isu yang beredar, Amien akan balik ke habitat lama, jadi ketua PP Muhammadiyah. Isu ini mengalir kencang beberapa hari terakhir ini. Bahkan, diskusi-diskusi informal yang digelar para kader muda Muhammadiyah, terutama di Jakarta, sudah sempat menyinggung hal ini. Namun, memang sampai sekarang, belum ada keterangan yang jelas dan tegas dari Amien Rais terkait masalah ini. Kabarnya, keinginan untuk menjadi orang nomor satu di Muhammadiyah, pertama kali datang bukan dari Amien sendiri. Sejumlah Pimpinan Wilayah (PW)-lah yang membuat Amien mempertimbangkan hal itu. Sejumlah PW Muhammadiyah memang sudah mewacanakan bahwa Amien layak didukung kembali menjadi ketua PP Muhammadiyah. Munculnya nama Amien ini seiring dengan makin mendekatnya Muktamar Muhammadiyah ke-45 yang akan digelar 3-8 Juli 2005 di Malang, Jawa Timur. Kejayaan Amien memang masih membekas di sejumlah wilayah. Maklum, saat dipegang Amien, nama organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan 1912 lalu ini kembali muncul di permukaan, setelah sebelumnya tenggelam. Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari Amien, begitu juga sebaliknya. Ketika Muhammadiyah kembali bergaung, Amien kemudian malah menanggalkan posisinya di PP Muhammadiyah dan menjadi ketua umum PAN. Kini, setelah lima tahun berlalu, kerinduan sejumlah wilayah dan daerah terhadap Amien muncul lagi. Di sejumlah wilayah, seperti Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, nama Amien sudah didengung-dengungkan lagi. Di empat provinsi ini, nama Amien memang masih sangat populer. "Bahkan, sepertinya sudah muncul tim sukses-tim sukses informal. Mereka sudah bergerak untuk memunculkan Amien di forum muktamar di Malang nanti," kata salah seorang aktivis Muhammadiyah kepada detikcom, Rabu (23/3/2005). Munculnya wacana mengembalikan Amien menjadi ketua PP Muhammadiyah, kabarnya sudah didengar oleh Amien. Namun, Amien belum mempublikasikan sikapnya. Dia akan melihat perkembangan yang terjadi. Akankah rencana mengusung Amien ini akan mulus? Sepertinya langkah ini akan menimbulkan ganjalan. Memang nama Amien tidak bisa dilepaskan dari kesuksesannya memimpin Muhammadiyah di akhir masa Orde Baru itu. Namun, bila Amien dinaikkan kembali, maka Muhammadiyah tidak akan bisa melakukan regenerasi. Hal ini dianggap mengerdilkan Muhammadiyah. Begitulah yang muncul di diskusi-diskusi. Nama Amien memang tidak muncul sendirian. Selain nama Amien, sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya juga mulai diwacanakan di sejumlah wilayah dan daerah sebagai kandidat ketua dalam muktamar nanti. Antara lain, Din Syamsuddin dan Malik Fadjar.
(asy/)











































