DetikNews
Jumat 01 Juli 2016, 16:01 WIB

Peristiwa Bersejarah

26 Ramadan, Kembalinya Rasulullah dari Perang Tabuk

Ananda Muthia Putri - detikNews
26 Ramadan, Kembalinya Rasulullah dari Perang Tabuk Ilustrasi (Foto: Karim Sahib/AFP)
Jakarta - Perang Tabuk terjadi sekitar bulan Rajab tahun 9 Hijriyah. Perang yang terjadi antara Rasulullah beserta para sahabat melawan pasukan Romawi ini terjadi di wilayah Tabuk. Perang ini jadi perang terakhir rasul. Rasul kembali dari perang Tabuk pada 26 Ramadan.

Ada banyak penyebab yang mengakibatkan pecahnya perang Tabuk, diantaranya adanya ancaman dari Ukaidir bin Abdul Malik, yakni seorang nasrani dan juga seorang pemimpin dari daerah Dumah, dia mengancam akan memberontak dengan bantuan dari pasukan Romawi, namun oleh Nabi ancaman ini mampu dibendung dan akhirnya dihilangkan atas bantuan Khalid bin walid. Ukaidir akhirnya kalah dan ditawan.

Penyebab lainnya yakni ada beberapa orang yang munafik terhadap ajaran-ajaran nabi, kemudian mereka mendirikan masjid yang bernama Masjid Dirar atau masjid bencana. Kaum munafik ini sering datang ke masjid dengan tujuan hendak mengubah ajaran Allah dan ingin memecah belah kaum muslimin.

Kaum munafik meminta nabi untuk meresmikan masjid dan sekalian salat di masjid tersebut. Permintaan mereka diajukan sebelum terjadi peristiwa tabuk. Tapi oleh nabi mereka diminta menunggu sampai nabi kembali dari ekspedisi Tabuk. Namun setelah kembali, nabi mengetahui masalah tentang tujuan dan maksud didirikannya masjid tersebut. Kemudian nabi memerintahkan untuk membakar masjid tersebut.

Perjalanan untuk menempuh perang pun dimulai. Rasulullah SAW dan pasukan kemudian meninggalkan Madinah menuju Tabuk yang wilayahnya berjarak 800 km dari Madinah. Perjalanan ini memakan waktu hingga 20 hari. Medan yang mereka tempuh juga sangat sulit. Selain keterbatasan bahan makanan, kaum muslimin juga harus menghadapi panasnya gurun pasir. Perang ini bahkan dijuluki "Pasukan Jaisyul Usrah" yang artinya pasukan yang dalam keadaan sulit.

Sesampainya di Tabuk, Rasulullah SAW berdiri di hadapan pasukan dan menyampaikan pidato yang penuh semangat hingga membuat jihad prajurit semakin membara.

Pasukan Romawi yang ditunggu-tunggu tak kunjung terlihat. Rupanya mereka takut dan khawatir melihat keberanian pasukan Muslimin. Mereka lari berpencar di perbatasan wilayah. Kejadian ini membuat pasukan Muslimin semakin dihormati di Jazirah Arab.

Rasulullah SAW didatangi oleh Yuhanah bin Rubbah dari Ailah untuk menawarkan perjanjian perdamaian. Rasulullah menulis selembar surat perjanjian dan memberikan kepada mereka. Akhirnya peperangan pun tidak jadi terjadi.

Berbagai kabilah yang dulunya tunduk pada Romawi berbalik mendukung kaum Muslimin. Wilayah kekuasaan pemerintah Islam semakin bertambah luas, hingga berbatasan dengan wilayah kekuasaan bangsa Romawi.

Setelah 30 hari meninggalkan Madinah, akhirnya umat Islam kembali ke Madinah tanpa terjadi peperangan. Rasulullah kembali dari peperangan pada tanggal 26 Ramadan, dan perang ini merupakan perang terakhir beliau.
(slh/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed