PKL Semarang Demo Tolak Penggusuran
Rabu, 23 Mar 2005 10:04 WIB
semarang - Penggusuran yang dilakukan oleh Pemkot Semarang beberapa hari terakhir mendapat reaksi keras dari pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Semarang. Sekitar 200 PKL siang ini, Rabu (23/3/2005) mendatangi balai kota Pemkot Semarang untuk meminta pencabutan SK penggusuran.Ratusan PKL tersebut bergerak dari Jalan Thamrin, Semarang pukul 09.30 Wib menuju balaikota Jalan Pemuda yang berjarak sekitar 1 Km. Mereka menggunakan sepeda motor, becak dan sebagian lainnya jalan kaki.Menurut rencana di Balaikota Semarang mereka akan menemui Pjs Walikota Saman Kadarisman atau Komisi A DPRD Semarang. Mereka akan meminta para pejabat melibatkan PKL dalam mengelola masalah perkotaan.Senin lalu (21/3/2005), PKL yan digusur adalah PKL di Jalan Pandanaran, Jalan Ahmand Yani, Jalan Thamrin, Jln Gajah Mada, Kawasan Simpang Lima dan Jalan Pemuda. Penggusuran berdasarkan SK walikota bernomor 551.3/16 tanggal 27 Januari 2001. Para PKL menilai Pjs Walikota tidak berhak mengeluarkan kebijakan strategis soal kota. Mereka juga mengatakan hal ini terkait dengan moment politik Pilkada yang akan digelar 27 Juni mendatang.Hingga saat ini PKL menuju Balaikota sambil membagikan selebaran. Beberapa poster berbunyi, " Kami ingin hidup layak". "PKL mati, rakyat mati, dan cabut SK Walikota". Pantauan detikcom hampir di semua jalan-jalan protokol Semarang taka tampak adanya PKL lagi.
(jon/)











































