"Pada saat sebelum kejadian menurut keterangan Hamdani, driver gojek, berhenti di TL Gandaria City dihentikan oleh Security Gandaria City Tamsirullah karena kondisi macet dan ada pengendara yang menerobos dan diikuti Hamdani. Sehingga Tamsirullah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi Santoso melalui pesan tertulis Rabu (29/6/2016).
Eko megatakan, Hamdani yang emosi kemudian menghampiri Tamsirullah dan menghujamkan pukulan tepat di wajah sekuriti mal Gandaria City tersebut. Tamsirullah yang tidak terima kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi di lokasi, sambung Eko, mengaku melihat sekuriti yang datang tersebut membawa senjata tajam dan mengacungkannya ke arah saksi. "Sempat mengacungkan senjata kepada saksi (bernama) Muhammad, melihat kejadian tersebut Hamdani bermaksud merebut senjata tajam hingga melukai telapak tangan Hamdani," urai Eko.
"Namun menurut keterangan Tamsirullah bahwa yang membawa senjata tajam adalah warga setempat dan megacungkan senjatanya ke sekuriti," sambungnya.
Muncul Pesan Berantai Driver Ojek Online Dianiaya
Entah mengapa kejadian tersebut berujung pada munculnya pesan berantai yang berisi seorang driver ojek online mengalami penganiayaan. Puluhan driver ojek online sempat datang dan memenuhi depan mal tempat sekuriti itu bekerja untuk meminta penjelasan.
"Saat ini sekuriti dan driver ojek berada di Polsek Kebayoran Baru untuk dilakukan mediasi," tutup Eko.
Seorang pembaca detikcom bernama Prabu juga sempat melihat ratusan ojek online itu memenuhi jalan di sekitaran mal. Lalu lintas sempat tersendat karenanya.
Prabu juga mendapat cerita bahwa ada seorang driver ojek online yang terkena sabetan senjata tajam. Tetapi dia tak melihat langsung kejadian yang rupanya hanya pesan berantai yang tersebar. (bag/bag)











































