Tetangga Sempat Curiga dengan Pekerjaan Pasutri Pembuat Vaksin Palsu

Kasus Vaksin Palsu

Tetangga Sempat Curiga dengan Pekerjaan Pasutri Pembuat Vaksin Palsu

Nathania Riris Michico - detikNews
Minggu, 26 Jun 2016 11:12 WIB
Tetangga Sempat Curiga dengan Pekerjaan Pasutri Pembuat Vaksin Palsu
Rumah pasutri pembuat vaksin palsu (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
Bekasi - Dua dari 12 tersangka pembuat vaksin palsu yakni pasangan suami istri bernama Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, tinggal di perumahan mewah Kemang Pratama Regency, Bekasi. Tetangga Hidayat curiga, apa sebenarnya pekerjaan Hidayat kok tampak santai?

Rasa curiga itu dituturkan tetangga Hidayat bernama Marihat Sialoho di perumahan tempat mereka tinggal, Jalan Kumala 2, Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi Timur, Minggu (26/6/2016). Hidayat mengaku sebagai akuntan di perusahaan besar, tapi jam kerjanya terpantau tak terlalu disiplin.

"Pernah bilangnya kerja di pabrik Yamaha sebagai akuntan. Heran saya, kan karyawan kalau kerja itu pukul 08.00 WIB sampai kantor. Tapi dia itu pukul 10.00 WIB saja belum berangkat," kata Marihat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembuat Vaksin Palsu Sudah Beroperasi 13 Tahun dan Raup Laba Per Bulan Rp 100 Juta

Bukan hanya waktu berangkat kerjanya saja yang terpantau kurang pagi, namun Hidayat juga terlihat kerap sudah di rumah saat hari masih belum terlalu sore. Rasa-rasanya, kata dia, tak mungkin karyawan perusahaan bekerja dengan waktu selonggar itu.

"Saya pulang pukul 15.00 WIB, dia juga sudah di rumah. Jadi aneh saja saya. Jadi dia memang seperti pengusaha," kata Marihat.

Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, tersangka pembuatan vaksin palsu di Kemang Pratama Regency (foto: Nathania RM/detikcom)


"Lagian masa iya gaji accounting bisa beli rumah di sini? Saya juga heran, kavling disini kan mahal," kata Marihat.

Namun Marihat menilai Hidayat sebagai tetangga yang ramah. Hanya saja, Hidayat dan istri jarang bergaul dengan tetangga-tetangganya. Hidayat sudah tiga tahun tinggal di situ, dan kini Marihat terperanjat tetangganya itu malah dicokok polisi.

"Nah kita kaget sih dia jadi produsen vaksin palsu," kata Marihat.

Vaksin palsu (foto: istimewa)


Ditanya soal istri Hidayat, Rita Agustina, Marihat mengaku tidak terlalu mengenalnya. "Saya tahunya dia enggak kerja sih, tapi setahu saya dulu perawat atau bidan. Kerjanya kalau sekarang tidak tahu ya," ujarnya.

Polisi menyebut salah satu tersangka merupakan lulusan Akademi Keperawatan (Akper). Sementara, informasi dari akun medsos Rita menyebutkan dia adalah lulusan Akper.

Harga Vaksin Palsu Lebih Murah Rp 200-400 Ribu Dibanding yang Asli


Vaksin palsu itu terbuat dari infus dicampur dengan vaksin tetanus, kemudian diperuntukkan sebagai vaksin hepatitis, BCG, dan campak. Vaksin bikinan Hidayat dkk itu kemudian dijual Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu lebih murah daripada vaksin aslinya. Kasus ini melibatkan 12 pelaku dengan jaringan berbeda yang tidak saling kenal. Kasus ini ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri.

(dnu/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads