Jalan ke Yogya Setelah Purwokerto Menyempit, Pengendara Diminta Waspada

Jalan ke Yogya Setelah Purwokerto Menyempit, Pengendara Diminta Waspada

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2016 13:37 WIB
Jalan ke Yogya Setelah Purwokerto Menyempit, Pengendara Diminta Waspada
Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Purwokerto - Hati-hati bagi anda yang akan melanjutkan mudik menuju ke Yogyakarta. Karena selepas Purwokerto jalan akan menyempit dan rawan kecelakaan.

Titik penyempitan tersebut berada di Jalan Raya Pagelarang, Banyumas. Seperti yang detikcom lihat pagi ini bersama rombongan dari Kementrian PUPR, Sabtu 25/6/2016)

Menurut Kodir, pegawai Kementrian PUPR wilayah Purwokerto, mengatakan bahwa jalan tersebut memang terkenal rawan kecelakaan. Selain itu menurut dia, jalan yang masih tertutup hutan juga kental dengan bau mistis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalan itu terkenal dengan Jalan Alka (Alas Karet) yang melewati Desa Krumput Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kemranjen. Sering terjadi kecelakaan dan mungkin itu yang menjadikannya angker," jelas Kodir.

"Tempat paling mistis itu ada di pohon Beringin di KM 5 dari Banyumas. Letaknya persis di tikungan," sambung Kodir.

Selain itu, jalur mudik bagian tengah ini juga terdapat pengemis di pinggir jalannya. Keadaan tersebut tentu sangat membahayakan dan pemerintah dikatakan, Kodir sudah berulang kali menertibkan tetapi masih kambuh.

"Sudah dari dulu itu. Sudah ditertibkan karena membahayakan," jelas dia.

Sebagai gambaran, jalan ini merupakan jalur utama selepas dari Purwokerto menuju ke Kebumen-Purworejo-Yogyakarta. Jalan ini habis dimakan oleh dua kendaraan karena saking sempitnya.

Kanan kiri jalan masih berupa hutan. Jalanan yang berliku dan seluruhnya berupa aspal masih sangat bagus.

Di ujung jalan tersebut akan sampai di Kemranjen, Banyumas lalu belok ke kiri menuju ke Jalan Raya Buntu, jika anda mau ke Yogyakarta. Jalan Raya Buntu masih minim penerangan dan hanya mengandalkan lampu dari rumah di pinggir jalan.

Namun jalannya lebih besar daripada Jalan Raya Pagelarang. Jalan ini di kiri kanan di dominasi oleh persawahan yang sangat memanjakan mata dengan hamparan hijau tanaman padi. (faj/faj)


Berita Terkait