Titik penyempitan tersebut berada di Jalan Raya Pagelarang, Banyumas. Seperti yang detikcom lihat pagi ini bersama rombongan dari Kementrian PUPR, Sabtu 25/6/2016)
Menurut Kodir, pegawai Kementrian PUPR wilayah Purwokerto, mengatakan bahwa jalan tersebut memang terkenal rawan kecelakaan. Selain itu menurut dia, jalan yang masih tertutup hutan juga kental dengan bau mistis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Tempat paling mistis itu ada di pohon Beringin di KM 5 dari Banyumas. Letaknya persis di tikungan," sambung Kodir.
![]() |
"Sudah dari dulu itu. Sudah ditertibkan karena membahayakan," jelas dia.
Sebagai gambaran, jalan ini merupakan jalur utama selepas dari Purwokerto menuju ke Kebumen-Purworejo-Yogyakarta. Jalan ini habis dimakan oleh dua kendaraan karena saking sempitnya.
Kanan kiri jalan masih berupa hutan. Jalanan yang berliku dan seluruhnya berupa aspal masih sangat bagus.
Di ujung jalan tersebut akan sampai di Kemranjen, Banyumas lalu belok ke kiri menuju ke Jalan Raya Buntu, jika anda mau ke Yogyakarta. Jalan Raya Buntu masih minim penerangan dan hanya mengandalkan lampu dari rumah di pinggir jalan.
Namun jalannya lebih besar daripada Jalan Raya Pagelarang. Jalan ini di kiri kanan di dominasi oleh persawahan yang sangat memanjakan mata dengan hamparan hijau tanaman padi. (faj/faj)













































