Korut Ingin Jepang tak Diikutsertakan dalam Dialog Nuklir
Selasa, 22 Mar 2005 17:20 WIB
Jakarta - Jepang hendaknya tidak diikutsertakan dalam pembicaraan enam negara mengenai isu nuklir Korea Utara (Korut), yang kini sedang terhenti. Alasannya, kehadiran Jepang lebih mendatangkan masalah daripada kebaikan.Demikian ditulis surat kabar Korut yang dikelola pemerintah, Minju Joson seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (22/3/2005).Menurut salah satu harian terkemuka di negeri komunis itu, pemerintah Tokyo mengikuti kebijakan AS -- yang disebut Pyongyang sebagai kebijakan yang bermusuhan -- dan tidak memberikan kontribusi apapun bagi dialog multilateral yang mencakup dua Korea, Cina, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat."Jepang tidak memiliki justifikasi maupun eligibilitas untuk menghadiri pembicaraan enam pihak," demikian kantor berita resmi Korut, KCNA mengutip Minju Joson. Negosiasi nuklir enam negara itu telah tertunda sejak Juni 2004 lalu ketika Korut mengumumkan penolakannya untuk menghadiri pertemuan.Korut menuding Tokyo berusaha melakukan ekspansi teritorial dengan klaimnya atas pulau-pulau yang dikuasai Korsel. "Jelas bahwa partisipasi Jepang akan memperburuk keadaan dan bukannya memperbaiki keadaan," imbuh koran tersebut.Sebelumnya pemerintah Pyongyang telah mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan kembali ke meja perundingan jika syarat-syarat yang diajukannya tidak dipenuhi.
(ita/)











































