Bagaimana Zakat Warga Jakarta Dikelola?

Bagaimana Zakat Warga Jakarta Dikelola?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 21 Jun 2016 23:27 WIB
Bagaimana Zakat Warga Jakarta Dikelola?
Foto: Ahok membayar zakat (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Uang zakat, infak, dan sedekah dinilai bisa mengatasi kesenjangan sosio-ekonomi. Jakarta sebagai kota dengan pendapatan per kapita yang tinggi di Indonesia menjadi kawasan potensial dalam pengumpulan zakat.

Ratusan miliar rupiah duit zakat bisa dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqqah (BAZIS) DKI setiap tahunnya. Bagaimana duit itu dikelola?

Ketua BAZNAS: Kesenjangan Sosial Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Sudah Lebay

"Pengelolaan ada di masing-masing wilayah, yakni lima wilayah kota dan satu Kabupaten Kepulauan Seribu," kata Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta Djubaidi Adhih di Plennary Hal JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djubaidi menjelaskan, dana zakat yang terkumpul di tahun tertentu tak langsung digunakan pada tahun itu juga, melainkan digunakan untuk tahun berikutnya. Misalnya, zakat 2016 akan digunakan untuk tahun 2017.

"Nanti akumulasi, optimalisasi, termasuk bunga segala macam itu kita kumpulkan di akhir tahun," kata Djubaidi.

Forum akan digelar guna merumuskan alokasi dana zakat. Bila sudah jelas sasarannya, maka duit zakat segera didistribusikan ke rekening masing-masing wilayah kota/kabupaten. Siapa yang mengawasi agar tak terjadi penyimpangan?

"Ada Komisi Pengawas, setiap tiga bulan sekali kita menyampaikan pendayagunaan kita. Ada ahli akuntan semua," jawabnya.

Kini, sudah ada aplikasi Bazis Jakarta yang bisa dipasang di perangkat komunikasi berbasis Android maupun iOS. Pelaksanaan kewajiban zakat sampai sedekah bisa lebih mudah dan terkendali.

Selain itu, sistem non-tunai juga digalakkan untuk menghindari penyimpangan kongkalikong antara amil dengan penerima. Bila dulu duit diberikan langsung tanpa catatan rekening jelas, kini duit disalurkan dari rekening amil ke rekening penerima.

"Setelah sebulan, kita minta pertanggungjawaban mereka. Sekarang kita ada pengawasan, kita punya database. Jangan sampai ada deal-deal dengan pengurus dan penerima," kata Djubaidi.

Di tahun 2015, Jakarta berhasil mengumpulkan zakat infak sedekah sebesar Rp 134.388.475.607,00. Pada 2014, zakat infak sedekah di Jakarta sebesar Rp 113.765.807.732,00. Djubaidi berharap zakat infak dan sedekah pada 2016 ini bisa terkumpul Rp 155 miliar.

Kini masyarakat bisa meminta bantuan kepada BAZIS DKI bila anggota masyarakat tersebut membutuhkan santunan. Djubaidi menyebut pihaknya punya 'call center' yang siap melayani permintaan bantuan, nomer yang disebutnya adalah (021) 390 4452. Namun sayang, ketika detikcom menghubungi, nomor itu tidak aktif.

Terlepas dari nomor call center itu, sebenarnya dalam aplikasi 'Bazis Jakarta' terlihat ada layanan pendaftaran penerima donasi dari Baziz DKI. Masyarakat bisa mengisi nama lengkap, nomor KTP, alamat email, hingga nomor rekening.

Aplikasi 'Baziz Jakarta' ini bisa diunduh dengan ponsel berbasis Android maupun iOS. Dalam aplikasi ini disediakan menu yang bisa memudahkan pengajuan permohonan bantuan pembiayaan dari BAZIS DKI




(dnu/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads