Para pengguna twitter yang menjadi follower mereka ditantang untuk salat subuh selama 40 hari non-stop di masjid untuk laki-laki dan 30 hari salat subuh di rumah untuk perempuan. Hadiah yang ditawarkan adalah follback dari akun @pejuangsubuh.
(Baca juga: Mengenal Pejuang Subuh, Gerakan Kaum Muda Ramaikan Salat Subuh di Masjid)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miskam (Foto: Ananda Muthi/detikcom) |
Berbagai rintangan seperti pagar setinggi 2 meter yang harus diloncati setiap hari, sampai melewati kawasan prostitusi agar bisa pergi salat subuh ke masjid.
"Perjuangannya berat. Tiap pagi harus loncatin pagar yang tingginya 2 meter, sarung nyangkut, robek, jatuh sampai harus ngelewatin, maaf, kawasan yang banyak PSK-nya. Pernah pas malam ke 40 saya kelupaan salat subuh, nggak tahu kenapa bisa kelupaan, akhirnya ngulang lagi dari 0," jelas Miskam.
Meskipun berat perjuangan yang harus ditempuh oleh Miskam, akhirnya tantangan tersebut berhasil dipenuhinya dalam kurun waktu 4-6 bulan. Setelah memenuhi tantangan tersebut, niat awal yang hanya ingin mendapat follback rupanya malah membuatnya merasa tertarik untuk bergabung dengan komunitas Pejuang Subuh. Akhirnya pada akhir tahun 2014, ia resmi bergabung menjadi pengurus Pejuang Subuh.
Miskam mengaku mengetahui tentang Pejuang Subuh melalui salah satu kajian yang ia tonton di YouTube. Pria yang pada awalnya sempat bingung mengenai pilihan agama dan bahkan sempat ingin memeluk agama lain ini merasa tertarik dengan ceramah yang disampaikan dalam kajian tersebut.
"Waktu itu saya nonton kajiannya Ustadz Felix Siauw di Youtube. Saya merasa terinspirasi dengan beliau, yang dulunya merupakan seorang mualaf kini bisa menjadi ustadz. Ternyata kajian itu yang mengadakan Pejuang Subuh (PS). Nah, mulai dari situ saya cari-cari info tentang PS," tutur Miskam.
"Setelah saya berhasil ngelewatin tantangan salat 40 hari itu, saya jadi banyak kenal dan dekat dengan para pengurus PS, seperti Kang Rico (salah satu pendiri Penjuang Subuh). Berkat dukungan beliau juga saya akhirnya mantap untuk bergabung dengan PS dan menjadi mujahid," lanjutnya.
Saat ini Miskam membantu Pejuang Subuh daerah Jakarta di Divisi Kreatif Syiar dan menjadi Humas di Pejuang Subuh Pusat.
Baca juga:Kegiatan Pejuang Subuh, Dakwah on The Street hingga Traveling Masjid (slh/ega)











































Miskam (Foto: Ananda Muthi/detikcom)