Seperti yang dialami oleh Laras Amalia, siswi SMPN 76 Jakarta. Laras datang bersama bapaknya untuk mengurus kesalahan data. Saat hendak mendaftar online, Laras terdata sebagai siswi dari luar DKI Jakarta. Padahal dirinya tinggal di Matraman, Jakarta Timur.
"Kemarin baru mau daftar. Waktu log in, masukin nomer peserta ujian dan nomor induk siswa. Seharusnya, karena kita orang DKI Jakarta, seharusnya keluarnya DKI. Tapi data di situ salah, saya dianggap dari luar DKI," kata laras di Disdik DKI Jakarta, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya identitasnya luar DKI, jadi susah untuk masuk SMA. Karena untuk orang luar DKI kuotanya cuma 5 persen. Begitu juga sebaliknya," tambah Laras.
Persoalan yang sama juga dihadapi oleh anak dari Tedi Susanto. Tedi datang bersama istrinya untuk mengurus kesalahan data yang dialami oleh anaknya.
"Anak saya sekolah di SMAN 77, Cempaka Putih. Saya tinggal di Sumur Batu, Jakarta Pusat. Tapi waktu anak saya mau daftar kemarin, yang tertulis dia dari luar DKI. Makanya sekarang datang ke sini untuk ngurus perbaikan data," ujar Tedi.
Baik Laras maupun Tedi sudah memberikan Kartu Keluarga sebagai bukti bahwa mereka berdomisili di Jakarta. Sebagai proses selanjutnya, para hadirin diminta untuk antre kembali menunggu daftar panggilan untuk dilakukan perbaikan data.
"Tadi cuma ngumpulin data. Isinya ada Kartu Keluarga. Setelah itu nanti dipanggil lagi katanya," ujar Tedi.
Sebagaimana diketahui, dalam pendaftaran SMA ini diberlakukan tiga tahapan. Tahap pertama disebut dengan jalur umum. Pendaftaran sekolah bisa dilakukan oleh siswa baik dari dalam ataupun luar daerah.
"Jadi dari DKI bisa ke Bandung atau dari Bandung bisa ke DKI. Pokoknya antar daerah bisa," cerita Laras.
![]() |
Tahap kedua ialah jalur lokal. Jalur ini disediakan bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah pada tahap pertama. Hanya saja, peraturannya adalah siswa hanya dapat memilih sekolah yang berada dekat domisi masing-masing.
Tahap terakhir disebut jalur bangku kosong. Bagi siswa yang belum juga mendapatkan sekolah di tahap kedua, masih ada kesempatan masuk ke dalam sekolah negeri yang masih ada ruang atau bangku kosong. (dra/dra)











































