"Berpuasa ini adalah salah satu bukti beragama itu bukan untuk menghadirkan masalah atau yang seram-seram kayak terorisme, radikalisme, hedonisme, apalagi komunisme. Beragama yang baik dan benar itu seperti yang dicontohkan oleh Nabi yang bisa bawa kemajuan kepada keunggulan karena tujuan berpuasa adalah merealisasikan taqwa," kata Hidayat Nur Wahid di komplek sekretariat negara Jl Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (11/06/2016).
Dalam kesempatan itu Hidayat juga mengingatkan untuk beribadah dengan benar untuk menghasilkan keunggulan, kehormatan dan kebaikan bukan justru menciptakan kerusuhan dan kecemasan.
"Jadi Ramadan aneh kalau masih ada isu-isu lempar-lemparan mercon, sampai ada toko terbakar. Nah itu enggak memahami berpuasa yang baik dan benar," kata Hidayat.
Sebagaimana diketahui, main-main mercon telah membuat dua rumah toko (ruko) dan satu kantor sekretariat RW 03 Kampung Pulo Jatinegara terbakar. Peristiwa kebakaran pada Senin (6/6) kemarin ini terjadi diiringi tawuran warga.
(Baca juga: Ini Penyebab Tawuran yang Sebabkan Terbakarnya Kios di Jatinegara)
"Ini membuktikan bahwa sarana buka bersama yang khas Indonesia ini harus dimaknai semua yang beragama Islam, membawa kebaikan, keunggulan dan jangan bawa-bawa Islam terkait terorisme karena ajaran Islam bukan ajaran terorisme," lanjut Hidayat.
Setelah sambutan dan pesan, acara dilanjutkan dengan uraian oleh KH Abdul Aziz dari Majelis Ulama Kecamatan Pasar Minggu. Dalam buka bersama tersebut dihadiri pula antara lain Ketua BPKK DPC PKS Mampang Prapatan, Ketua BPKK DPC PKS Jagakarsa, Ketua BPKK DPC PKS Pasar Minggu, Ketua BPKK DPC PKS Pancoran, Ketua BPKK DPC PKS Tebet, Ketua BPKK DPC PKS Cilandak, Ketua BPKK DPC PKS Kebayoran Baru, Ketua BPKK DPC PKS Setia Budi dan lainnya. (dnu/dnu)











































