Kapolsek Jatinegara, Kompol Suwanda mengatakan penyebab tawuran ini dikarenakan hubungan yang tidak harmonis antar warga. Tawuran menjadi kebiasaan di lokasi ini.
"Warga di sini punya hubungan yang tidak harmonis. Sebelumnya sudah sering terjadi tawuran. Nah, bulan puasa ini dijadikan bocah tanggung umur untuk memicu tawuran lagi," ujar Suwanda di lokasi, Senin (6/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian, kata Suwanda, sebenarnya sudah melihat ada potensi tawuran di daerah tersebut. Maka beberapa petugas siaga di lokasi sebelum tawuran pecah.
"Dari semalAm petugas sudah standby di sini. Sudah terbaca ada potensi tawuran. Kita melakukan penjagaan. Karena kalah jumlah jadi tawuran tetap terjadi. Petugas tidak bisa menghalau kelompok yang tawuran," tutur Suwanda.
Tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 WIB. Tawuran berhasil dibubarkan setelah petugas dari Polres Jakarta Timur ikut datang ke lokasi.
(rvk/rvk)










































