"Pelaku ada tiga orang. Mereka mengincar minimarket yang bukanya tidak sampai 24 jam," ujar Kasubdit Reamob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (9/6/2016).
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhdi menjelaskan, para pelaku menggunakan peralatan untuk menjebol minimarket dengan gunting baja, linggis dan kunci letter T. Sebelumnya para pelaku mensurvei lokasi dengan menggunakan mobil sewaan.
"Selanjutnya mereka berputar-putar untuk mencari toko swalayan atau minimarket yang sudah tutup dan situasi sepi," imbuh Budi.
Setelah mendapatkan sasaran, para tersangka selanjutnya merusak gembok rolling door toko dengan menggunakan kunci letter T ataupun gunting baja, dan mencongkel pintu rolling door toko dengan menggunakan linggis. Kemudian para tersangka masuk ke dalam toko untuk mengambil barang-barang.
"Setelah berhasil mengambil barang-barang, para tersangka meninggalkan TKP dengan menutup kembali pintu rolling door dan membuang gembok yang sudah dirusak," lanjutnya.
Untuk menghilangkan jejak, para pelaku juga mengambil dekoder CCTV lalu membuangnya ke sungai. Para pelaku kemudian menjual barang hasil curian kepada penadah yang berada di kawasan Balaraja, Tangerang.
Sementara Kompol Arsya mengungkap, para pelaku sudah melakukan aksi pembobolan minimarket itu sejak awal 2016. Mereka adalah komplotan garong lintas provinsi.
"Mereka pernah melakukan pembobolan di Kalideres, Jakbar; Mustika Jaya, Bekasi; Cirebon, Tangerang," ujar Arsya. (mei/rvk)












































