"Saya lebih mudah beli di sini. Kalau beli di minimarket ribet. Harus bayar pajaknya Rp 7.500, itu kayak pemaksaan. Lebih baik di sini, prosesnya gampang," ujar Yunus (35) yang membeli tiket tujuan Solo, Kamis (9/6/2016). Stasiun Senen melayani kereta kelas bisnis dan ekonomi.
Calon penumpang antre beli tiket (Fathur/detikcom) |
Yunus menyebutkan, pembelian tiket langsung ke stasiun tidak lama. Dia hanya membutuhkan waktu 10 menit dari antre hingga akhirnya mendapatkan tiket.
"Pelayanannya juga bagus, persyaratannya juga nggak ribet. Hanya perlu bawa KTP dan fotokopi. Nggak perlu ada potongan," tutur Yunus.
Seorang ibu mendapat tiket (Fathur/detikcom) |
Mustaim (25) calon penumpang asal Bojonegoro memilih membeli tiket langsung ke stasiun karena memesan melalui online kerap error. Pelayanan membeli tiket langsung juga baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun Senen Ramai (Fathur/detikcom) |
Sementara Sri Handayani (47) enggan membeli tiket di minimarket karena sistemnya sedang rusak hari ini. Padahal dia harus pulang kampung Jumat 10 Juni besok.
"Ada telepon dari kampung, keluarga sakit. Jadi saya harus ke Lamongan," kata Sri.
Pembelian di minimarket dikenakan uang administrasi Rp 7.500. Ficky Kurniawan, anak Sri Handayani, tidak mempermasalahkan biaya yang dikenakan ke pembeli tiket tersebut.
"Menurut saya Rp 7.500 itu normal. Dari waktu dan efisiensi kalau beli di Indomaret kan jadi lebih mudah. Itung-itung itu jasanya dari Indomaret," tutur Ficky. (nwy/nrl)












































Calon penumpang antre beli tiket (Fathur/detikcom)
Seorang ibu mendapat tiket (Fathur/detikcom)
Stasiun Senen Ramai (Fathur/detikcom)