Cerita Pertobatan Mantan Napi Teroris Yudi Zulfahri di Depan Mahasiswa

Cerita Pertobatan Mantan Napi Teroris Yudi Zulfahri di Depan Mahasiswa

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 03 Jun 2016 16:15 WIB
Cerita Pertobatan Mantan Napi Teroris Yudi Zulfahri di Depan Mahasiswa
Foto: Istimewa
Jakarta - Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen (Pol) Arief Dharmawan menjadi pembicara kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dalam acara itu, hadir juga mantan narapidana teroris, Yudi Zulfahri, berbagi pengalaman.

Kuliah umum bertajuk 'Dinamika Terorisme dan Radikalisme serta Upaya Penanggulangannya di Indonesia' itu digelar di Kampus UMJ, Jakarta, Jumat (3/6/2016). Acara yang dibuka oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Syaiful Bakhri tersebut dihadiri sekitar 100 orang baik dosen maupun mahasiswa.

"Radikalisme dan terorisme di dunia bukan hanya terdapat pada agama Islam saja tetapi hampir di setiap agama terdapat kelompok radikal yang melakukan aksi terorisme," kata Irjen Arief saat menyampaikan pemaparannya seperti dalam keterangan tertulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arief menambahkan, situasi global, regional dan lokal mempunyai peran yang signifikan dalam perkembangan terorisme di Indonesia, termasuk penggunaan IT dan internet menjadi sarana utama teroris dalam usaha mencapai tujuannya.

Foto: Istimewa


Untuk itu, lanjutnya, strategi BNPT dalam penanggulangan terorisme adalah dengan bersinergi dengan Tim Densus 88 Antiteror Polri yang menjadi leading sector dalam upaya penegakan hukum. Arief mengistilahkan, Densus 88 mengikis gunung es yang terlihat di atas permukaan.

"Dan BNPT berupaya mengikis terorisme dari bawah permukaan gunung es melalui kegitan kontra narasi, kontra propaganda, kontra ideologi dan deradikalisasi. Pengutamaan pencegahan menjadi strategi utama BNPT dalam penanggulangan terorisme," ujarnya dalam acara yang dimideratori oleh Ustadz Amirsyah dari MUI itu.

Sementara itu, Mantan Napi teroris Yudi Zulfahri mengatakan, Ia mulai menyadari kesalahannya ketika ditangkap oleh Densus 88 dan berkesempatan berdiskusi dengan Ali Imron pada 2010 lalu.

"Kita harus mempunyai pemikiran kritis dan benar ketika kita mengikuti suatu kegiatan pengajian. Kita tidak boleh memahami ayat-ayat Al-Quran secara tekstual, namun wajib memahami secara benar," ucapnya.

"Satu contoh penafsiran ayat 4 Surat Al-Mumtahanah yang sering dipakai oleh para teroris untuk meyakinkan anggota barunya agar berlepas diri, mengkafirkan, membenci dan memusuhi orang-orang atau golongan yang dianggap musuhnya," ujarnya.

Untuk diketahui, Yudi Zulfahri alias Barok merupakan lulusan STPDN tahun 2005 yang ditangkap di Banda Aceh pada 17 Maret 2010. Yudi terlibat dalam pelatihan militer di Gunung Bun, Jalin Jantho, Aceh Besar.

(idh/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads