Seperti yang terlihat di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang. Di kelurahan yang terdiri dari delapan RT dan tiga RW ini banyak terlihat jalan-jalan yang baru direnovasi. Jalan yang semula hanya berupa tanah, banyak yang sudah berganti menjadi konblok atau aspal lapen (aspal kasar). Ada juga gorong-gorong yang baru dibangun di dekat pemukiman warga.
"Sebelumnya jalan di sini rusak parah. Apalagi kalau hujan semakin licin dan membahayakan warga karena permukaannya bergelombang," ujar Lurah Air Kepala Tujuh, Junisko di kawasan Kelurahan Air Kepala Tujuh, Gerunggang, Pangkalpinang, Babel, Kamis (2/6/2016).
Foto: Nur Khafifah/detikcom |
Jalan-jalan yang sudah diperbaiki tersebar di beberapa titik. Rata-rata renovasi belum dilakukan secara utuh, karena Kelurahan Air Kepala Tujuh mengutamakan pemerataan. Seperti renovasi jalan di Jl Gandaria, Jl Haji Umar, Jl Rukun dan Jl Adil baru dilakukan sepanjang sekitar 100 meter. Sisanya jalan tersebut masih berupa tanah.
"Memang pembangunan masih bertahap, tapi kami usahakan merata dan sesuai skala prioritas," kata Junisko sambil berkeliling menunjukkan hasil pembangunan yang berasal dari program 3S itu.
Foto: Nur Khafifah/detikcom |
Dilihat dari jalan-jalan yang masih belum kebagian jatah renovasi, kondisinya memang banyak yang rusak. Permukaan jalan tidak rata dengan genangan air di mana-mana. Jika tidak hati-hati, pengendara mudah terpeleset di jalanan itu. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses dari pemukiman warga menuju jalan raya, atau sebaliknya.
"Memang inilah satu-satunya jalan menuju ke rumah mereka. Sebelah sana masih hutan," kata Junisko sambil menunjuk hutan yang mengelilingi kelurahan yang dipimpinnya itu.
Mayoritas pembangunan yang sudah dapat dinikmati merupakan hasil program 3S tahun 2015. Kemudian program 3S tahun 2016 ini melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, sehingga terjadi kesinambungan.
Jalanan yang masih rusak (Foto: Nur Khafifah/detikcom) |
Di kelurahan lain, pembangunan hasil program 3S juga tampak nyata. Seperti pembangunan jalan setapak di beberapa titik di Kelurahan Taman Bunga, pembangunan sumur bor di kelurahan Bukit Merapin, normalisasi pemandian umum di Kelurahan Tua Tunu Indah, dan masih banyak lagi.
Para warga juga mengakui manfaat program 3S ini. Mereka berharap program 3S akan terus dilakukan hingga pembangunan di kampung mereka tuntas.
"Kita harap program 3S ini ada terus meskipun nanti walikotanya sudah ganti. Karena kami bisa langsung merasakan manfaatnya tanpa menunggu lama-lama," ujar salah seorang warga Tua Tunu, Rosmida. (kff/trw)












































Foto: Nur Khafifah/detikcom
Foto: Nur Khafifah/detikcom
Jalanan yang masih rusak (Foto: Nur Khafifah/detikcom)