Letjen (Purn) Kiki: Beredar Ideologi Marxisme yang Merasuki Generasi Muda

Letjen (Purn) Kiki: Beredar Ideologi Marxisme yang Merasuki Generasi Muda

Massaul Khoiri - detikNews
Rabu, 01 Jun 2016 11:46 WIB
Letjen (Purn) Kiki: Beredar Ideologi Marxisme yang Merasuki Generasi Muda
Jumpa pers "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain"/ Foto: Jabbar/detikcom
Jakarta - Simposium dengan tema 'Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain' digelar di Balai Kartini, Jakarta. Letjen (Purn) Kiki Syahnarki selaku ketua panitia menyatakan, nilai pancasila semakin pudar dan di sisi lain ideologi destruktif merasuki para generasi muda.

"Acara ini diadakan atas keprihatinan pudarnya nilai-nilai Pancasila di kepemudaan, di saat bersamaan beredar ideologi lain Marxisme, Lenisme yang telah marak merasuki generasi muda. Jika dibiarkan, dapat dipastikan Pancasila dan NKRI akan jadi fosil menjadi sejarah masa lalu," ujar Kiki di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Rabu (1/6/2016).

Kiki berharap simposium ini, menjadi titik awal agar bangsa ini terhindar dari bencana tersebut. Simposium ini dapat terlaksana atas upaya seluruh organisasi yang mendukung kegiatan ini serta dana yang didapat dari gotong royong di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, PKI telah melakukan pemberontakan berkali-kali. Oleh karena itu, ideologi yang dibawa PKI dikatakan Kiki tidak patut untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia.

"Membangun kesadaran bangsa bahwa PKI telah melakukan pemberontakan berkali-kali terhadap NKRI sejak tahun 1948 di Madiun. Ideologi PKI tidak patut hidup di NKRI dalam bentuk apa pun seperti Ormas, Parpol atau pun LSM lainnya," tegas dia.

Ia pun berharap, simposium hari ini dapat menghasilkan rekomendasi yang menyeluruh dan adil kepada pemerintah khususnya terhadap bahaya laten PKI. Tujuannya kata Kiki yaitu mempersatukan semua komponen bangsa atas kelompok yang anti Pancasila serta berupaya mencegah kebangkitan PKI.

"Bangsa yang besar ini kedepan membutuhkan integrasi internal mutlak kita butuhkan karena trdapat 1.072 etnik. Kedua adaptasi eksternal guna mencapai tujuan merdeka adil dan makmur," kata Kiki.

Terakhir kata Kiki, selalu ada pihak yang tidak menginginkan Indonesia bersatu dan kokoh. Mereka selalu berusaha agar Indonesia tidak stabil antara lain dengan mengusung isu HAM. (rvk/rvk)


Berita Terkait