"Tersangka mengatakan kepada korban mau berhenti (jadi homo), tetapi sama korban terus-terusan dibilang 'kalau sudah homo, homo saja'. Tersangka merasa sakit hati kemudian membunuh korban," jelas Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra kepada detikcom, Selasa (1/6/2016).
Andi mengungkap, pada Senin (18/4) lalu, tersangka berkunjung ke rumah kontrakan korban di Cibadak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. Korban dan tersangka kemudian bertengkar mulut. (Baca juga: Karyawan Notaris di Bogor Tewas Terbakar di Kontrakan, Diduga Dibunuh)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu korban mencoba melakukan perlawanan. Korban bangun dan bermaksud mengambil pisau dapur, namun kemudian didorong pelaku hingga jatuh membentur tembok.
"Kemudian pisau diambil oleh pelaku dan ditusukkan ke bagian leher, perut, bagian kepala, dan bagian punggung," imbuhnya.
Setelah memastikan korban tewas, tersangka kemudian mengambil bensin yang ada di motor milik korban dengan menggunakan sedotan. Tersangka selanjutnya menumpahkan bensin tersebut ke lantai dan kasur serta tubuh korban.
"Kemudian tersangka mencari korek yang ada dilaci kecil milik korban, dan membakar seisi ruangan. Dia membakar korban untuk menghilangkan jejak," tambahnya. (mei/dra)











































