"Saya sangat merasakan dampak yang sangat berarti semenjak kebijakan 3 in 1 di hapus. Waktu tempuh saya menjadi 2,5 jam, yang semula hanya 1,5 jam. Kemacetan mulai terasa dari Jatibening," jelas Chintya lewat surat elektronik ke redaksi@detik.com, Senin (30/5/2016).
Chintya mengaku sehari-hari biasanya dia menggunakan angkutan umum dari Bekasi. Dia berkantor di kawasan Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disampaikan Sapto, warga Bekasi lainnya. Menurut dia di komplek perumahannya, begitu 3 in 1 dihapus, tetangganya kini mengendarai mobil saat menuju Jakarta untuk bekerja.
"Di Komplek perumahan kami di Bekasi, dalam 1 blok yang terdiri dari 10 rumah, masing-masing punya mobil. Selama 3 in 1 diberlakukan, hanya 3 rumah yang menggunakan mobil untuk berangkat kerja. Setelah 3 in 1 dihilangkan hampir semua sekarang menggunakan mobil untuk berangkat kerja, mungkin hal ini terjadi di semua Komplek perumahan lain," terang dia.
Benarkah 3 in 1 dihapuskan berimbas pada semakin macetnya Jakarta? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com. Jangan lupa beri solusi apa langkah yang seharusnya dilakukan guna mengurangi macet di Jakarta.
(dra/dra)










































